Beberapa Film “KW”-nya Star Wars yang Bikin Melongo

Star Wars bisa dianggap film sci-fi terbaik sepanjang masa, meskipun beberapa installment franchise-nya ada yang dihujat dan dijelek-jelekkan karena berkesan nggak menghormati film originalnya.

Tiap kali tren muncul di dunia pop culture, orang-orang pasti bener-bener digandrungi hal tersebut. Dari film, musik, sampai seni. Seringkali, banyak banget proyek yang saking suksesnya sampai ditiru dalam bentuk lain.

Contohnya seperti Star Wars, puluhan tahun terakhir banyak film tiruan yang dirilis untuk mengikuti gaya khas space opera, ada sih yang lumayan agak bagus, tapi hampir semuanya meniru plek-plekan sampai kamu kalau ngeliatnya sendiri pasti bakal geli. Yuk, coba deh liat beberapa diantaranya.

Starcrash (1978)


Luigi Cozzi sebagai sutradara awalnya mengklaim bahwa dia sudah memiliki ide untuk membuat film bergenre space opera jauh sebelum Star Wars tayang. Ceritanya bahkan hampir jiplakan penuh dari Star Wars. Di sini, kita mengikuti tim penyelundup yang bertugas menyelamatkan putra Kaisar Galaxy dari cengkeraman Count Zarth Arn yang jahat. Itu ZARTH, lho — bukan DARTH.

ha ha ha.

Meskipun ‘sangat mirip’ dengan Star Wars, film ini juga merupakan surat cinta untuk film fantasi stop-motion yang dibuat nyata oleh Ray Harryhausen yang hebat. Starcrash juga dibintangi oleh Caroline Munro, Christopher Plummer, dan Joe Spinell.

Message from Space (1978)


Kinji Fukasaku ngasih kita serial klasik seperti serial Battles Without Honor and Humanity dan Battle Royale, jadi saya yakin kita bisa mengabaikan kenyataan kalo ia menjiplak Star Wars secara terang-terangan. Untungnya, film ini penuh dengan semua pesona yang Kamu butuh dari film tiruan, apalagi keanehan dan keunikan khas Jepang membuatnya jauh lebih bagus daripada kebanyakan film rip off lain.

Film ini sebenarnya berdasarkan mitologi Jepang kuno, namun ceritanya pun dimodifikasi menjadi Star Wars juga. Ada stasiun luar angkasa yang menghancurkan planet, pemandangan cantina groovy, dan klimaks yang pada dasarnya merupakan serangan ke Death Star. Selain itu, penjahat utama di film ini saaaangat mirip seperti Darth Vader, dan scoringnya juga sangat mirip dengan komposisi John Williams. Yaa emang sih George Lucas pada dasarnya mencuri idenya dari Akira Kurosawa, tentu aja, wajar kalo Jepang ‘balas dendam lagi’.

The Last Starfighter (1984)

Cerita film ini berfokus pada seorang remaja yang tinggal di daerah pedesaan yang dibawa pergi untuk bertarung dalam pertempuran antar bintang, yang sangat mirip dengan perjalanan Skywalker muda untuk menjadi pahlawan. Bagaimanapun, kisah film ini bisa dibilang lebih mendasar dan terasa jauh lebih manusiawi daripada kisah Lucas.

Di The Last Starfighter, pahlawan kita adalah orang yang menghabiskan waktu dengan bermain game arcade dan memimpikan hal yang lebih besar. Pada beberapa titik dalam hidup kita, kebanyakan dari kita telah melihat bintang-bintang dan bertanya-tanya apa yang ada di luar sana – dan juga memikirkan apa yang berada di luar lingkungan kita sendiri. Film lainnya puas tinggal di bawah bayang-bayang Star Wars, namun The Last Starfighter meraih bintang-bintang dengan caranya sendiri. Cailah!

Yuk, lanjut baca
Ini Jadwal Produksi Film Thor: Love And Thunder
%d blogger menyukai ini: