Jokowi Respon Cepat Surat Terbuka Dari Pelaku Industri Film Indonesia

Kabar bahagia datang dari industri perfilman Indonesia. Setelah mengirimkan surat terbuka pada 5 Maret 2021 lalu, Presiden Jokowi akhirnya menanggapi surat yang dikirimkan oleh para pelaku industri film Indonesia.

Perfilman adalah salah satu industri yang menjanjikan di Indonesia. Bahkan Indonesa berada di peringkat 10 sebagai negara dengan pasar film terbesar di dunia pada tahun 2019. Setelah pandemi, pendapat Indonesia jatuh sampai 97 persen.

Kondisi pandemi Covid-19 membuat pelaku industri perfilman Indonesia berada dalam situasi yang kritis. Ditutupnya bioskop, maraknya pembajakan dan nggak adanya bantuan bagi mereka yang kehilangan pekerjaan jadi isu utama yang disampaikan pada pemerintah, khususnya Presiden Jokowi oleh para pelaku industri film Indonesia.

Setelah sejumlah sutradara, aktor kenamaan dan kru film mengirimkan surat terbuka di Instagram pribadinya masing-masing, akhirnya surat tersebut diterima dan mendapat tanggapan secara langsung dari Presiden Joko Widodo.

Perlu diketahui, ada beberapa masalah yang diajukan oleh para pelaku industri Indonesia. Di antaranya adalah belum terjaminnya kesehatan dan keamanan bioskop yang membuat masyarakat takut untuk menonton film. Hal ini berdampak pada pemasukan pada film-film Indonesia yang sedang tayang di bioskop. Selain itu, banyak pegawai bioskop yang terkena PHK atau dirumahkan karena bioskop yang masih ditutup.

Sebagai respon, Presiden Joko Widodo telah berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno untuk menyelesaikan hal ini. Dalam tanggapannya, Pemerintah akan segera berkoordinasi dengan seluruh pemerintah daerah untuk segera membuka bioskop yang masih ditutup.

Selain itu Kemenparekraf juga akan mengeluarkan sertifikat lewat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) untuk bioskop agar masyarakat semakin merasa aman dan nggak takut lagi untuk menonton film di bioskop seperti sedia kala,

Selanjutnya ada isu pembajakan yang semakin marak terjadi semasa pandemi. Yup, berbanding terbalik dengan penonton bioskop yang berkurang, di masa pandemi pembajakan film semakin marak terjadi. Apalagi hari ini banyak film yang dirilis lewat online, yang semakin memungkinkan untuk dibajak.

Presiden Jokowi juga telah mengambil langkah untuk menanggulangi pembajakan yang semakin marak. Pemerintah telah membentuk satuan khusus yang terdiri dari Kepolisian Republik Indonesia, Kementrian Komunikasi dan Informatika serta Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mengambil tindak tegas dalam pengawasan dan hukuman bagi para pembajak film.

ParaPelaku Industri Perfilman di Istana Kepresidenan/Sumber: Antara

Terakhir adalah langkah yang diambil Presiden atas permintaan bantuan para insan film bagi mereka yang kehilangan pekerjaan dan kesulitan ekonomi semasa pandemi. Presiden akan mengbulkan permintaan stimulus untuk distribusi film lewat dana Pemulihan Ekonomi Nasional. Kabar baiknya lagi, para pelaku industri film dijadwalkan mendapat vaksinasi mulai bulan April mendatang. Hal ini ditujukan agar mereka dapat kembali bekerja dan memproduksi film dengan aman.

Respon dan tanggapan cepat Jokowi mendapatkan apresiasi dari segenap insan perfilman Indonesia. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Badan Perfilman Indonesia Chand Parwez dalam keterangan tertulis.

“Segenap pekerja film berterima kasih atas respon cepat Bapak Presiden, Menparekraf, dan jajaran Kabinet Indonesia Maju. Semoga setiap langkah konkret koordinasi pemerintah pusat, daerah dan pelaku industri akan mengembalikan film Indonesia kembali berjaya di bioskop dan menempati hati penonton tercintanya,” tulis Chad Parwez seperti dilansir Antara

Wah akhirnya ada kabar baik juga untuk industri film kita. Semoga bantuan dan langkah-langkah pemerintah benar-benar dilaksanakan sesuai dengan yang dijanjikan dan dapat mengatasi permasalahan yang telah diutarakan sebelumnya. Maju terus perfilman Indonesia!

More Stories
Boku No Hero Academia Season 4: Tidak Ada Yang Spesial
%d bloggers like this: