Terbongkar Sudah Sumber Kekuatan Eleven di “Stranger Things 4”

Sumber kekuatan Eleven akhirnya terbongkar di serial “Stranger Things 4.” Fyuh.. Akhirnya nggak bikin penasaran lagi deh.

Sejak “Stranger Things” ditayangkan, salah satu misteri terbesar dari serial ini adalah dari mana kekuatan telekinetik Eleven yang luar biasa itu berasal.

Dari musim pertama, telah dijelaskan bahwa kekuatan Eleven akan muncul setiap kali ia menghadapi konflik emosional besar seperti ketakutan, kesedihan atau kemarahan. Namun begitu kekuatannya terbangun, kekuatan tersebut justru dapat menghancurkan siapapun yang tertangkap dalam pandangannya.

Sekarang di “Stranger Things 4 Volume 1,” akhirnya terungkap sudah sumber kekuatan si Eleven, dan bagaimana kekuatannya berkembang sejak ia kecil (sebelumnya sih memang sudah pernah dibocorkan dalam teaser “Stranger Things 4”).

kekuatan eleven stranger things

Selama musim terbaru “Stranger Things,” Eleven terpaksa menjalani prosedur yang diawasi oleh Dr. Brenner agar bisa memulihkan kekuatannya. Dalam prosedur tersebut, Eleven harus pergi ke ruang perampasan sensorik di mana ia dapat mengunjungi kembali ingatan masa lalunya (tepatnya perjalanan saat ia mendaapatkan kemampuannya).

Saat melakoni prosuder itu, ada banyak rahasia yang akhirnya terungkap seperti identitas dari subjek pertama Brenner, yakni One.

Awalnya, One cuma bertindak sebagai petugas yang akan membantu Eleven menangani anak-anak lebih besar yang sering mengkritik dan menggertaknya. Tapi ada seseorang yang memberi tahu Eleven bahwa orang yang biasa membantunya, seringkali justru ialah yang akan membawa luka buat Eleven (sepertinya kalimat tersebut merujuk ke One).

Sementara itu di sepanjang seri, diyakini bahwa sumber kekuatan Eleven berasal dari emosinya yang kuat. Hal ini dijelaskan lebih lanjut ketika ia melatih kekuatannya dengan Kali di “Stranger Things 2.” Tapi sepertinya itu adalah evolusi lebih lanjut dari sumber kekuatannya yang sebenarnya, yakni ‘trauma.’

Bagi Eleven, dia tentunya nggak asing dengan hal-hal berbau traumatis. Pasalnya ia menghabiskan sebagian besar masa mudanya sebagai kelinci percobaan di laboratorium penelitian. Namun ironisnya, trauma yang dialami Eleven jadi tambah besar ketika ia mendapatkan kekuatan.

Bagaimana tidak, begitu ia mendapat kekuatan, Eleven langsung menjadi anak terkuat di laboratorium tersebut. Sayangnya orang-orang di sana nggak pernah mengapresiasi kekuatan Eleven. Sebaliknya, Eleven justru mengalami perundungan oleh anak-anak lainnya.

Saat One membantu Eleven melarikan diri, ia juga turut membebaskan Eleven dari chip inhibitor yang mencegahnya menggunakan kekuatannya sendiri. Setelah berhasil bebas, Eleven balas dendam di lab dan membunuh hampir semua orang, termasuk anak-anak yang ada di sana.

Sadar karena dirinya telah menjadi orang yang jahat, Eleven akhirnya memutuskan untuk melarikan diri. Setelah melarikan diri, Eleven jadi memiliki lebih sedikit trauma dalam hidupnya. Tapi sebagai seorang anak yang tumbuh dewasa dan mengemban tugas baru karena kekuatan yang dimilikinya, kekuatan Eleven masih sering muncul jika dipicu oleh hal tertentu.

Akhirnya, trauma yang memicu kekuatannya malah diturunkan ke momen-momen emosional. Misalnya saat ia berjuang untuk melindungi teman-temannya, seperti di Musim 1 saat ia melindungi Mike dan Dustin dari para pengganggu di tambang.

Selama bertahun-tahun kekuatan telekinetiknya hanya didasarkan pada trauma, perlahan Eleven mulai belajar untuk mengatasi rasa sakitnya dan fokus pada emosi yang kuat. Konon, kekuatan super besarnya itu lahir dari rasa sakit yang ia alami baik dari rekan-rekannya atau pengkhianatan One.

Ditambah dengan rasa sakit akibat kehilangan ibunya di usia muda, Eleven akhirnya benar-benar memahami sumber kekuatan tersebut dan terbukti sebagai telekinetik terkuat di seluruh seri “Stranger Things.”

Tinggalkan Balasan

Yuk, lanjut baca
“Mad For Each Other” Jadi Web Drama yang Patut Kamu Antisipasi!
%d blogger menyukai ini: