5 Manga yang Tidak akan Pernah Diadaptasi Jadi Anime dan Alasannya

Manga populer hampir selalu mendapat adaptasi anime. Tapi beberapa manga populer ini sepertinya tak akan pernah diadaptasi jadi anime.

Di Jepang, serial manga paling populer selalu mendapat adaptasi anime. Kedua media berjalan beriringan, dan saat manga berhasil menarik perhatian publik, studio anime mulai bekerja untuk menghidupkan cerita lewat visual yang lebih hidup.

Banyak seri manga klasik populer yang mendapatkan adaptasi anime. Katakanlah seperti “Jojo’s Bizarre Adventure,” “One-Punch Man” dan “Attack on Titan.” Ketiga manga tersebut makin meroket popularitasnya setelah mendapat adaptasi anime yang luar biasa.

Sayangnya nggak semua manga populer mendapatkan adaptasi anime mereka. Beberapa manga populer ini contohnya. Mereka ini manga-manga populer yang mungkin tak akan pernah diadaptasi jadi anime. Alasannya macam-macam, ada yang karena terlalu kontroversial, ada yang gara-gara visualnya terlalu detil, dll. Penasaran apa saja manga-nya? Kepoin yuk!

Ultra Heaven

Manga drama psikologis “Ultra Heaven” berhasil membawa penggemar ke masa depan yang kental akan surealisme, di mana obat-obatan sintetis tersedia secara luas dan dilegalkan.

Untuk ceritanya sendiri, “Ultra Heaven” menceritakan tentang pengalaman dunia lain dari Kabu yang terlalu terstimulasi setelah ia diperkenalkan dengan narkotika jenis baru bernama Ultra Heaven. Efek obat tersebut kabarnya bisa menghadirkan pengalaman halusinogen paling kuat.

Alasan kenapa manga ini nggak dapat adaptasi anime tentu sangat jelas, yakni karena tema cerita yang ia angkat. Kalau manga ini sampai diadaptasi jadi anime dan ditonton oleh anak di bawah umur, dikhawatirkan alur ceritanya bakal menstimulasi anak-anak untuk mencari tahu/menggunakan obat-obatan terlarang. Selain itu arah seni artistik yang luar biasa dari manga ini juga membuatnya sulit dibikin anime.

A Bride’s Story

Pencipta di balik “A Bride’s Story”, Kaoru Mori, adalah ilustrator paling mengesankan di industri manga. Manga-nya yang berjudul “A Bride’s Story” debut pada tahun 2008. Alur cerita manga sejarah tersebut bakal membawa pembaca ke sepanjang Silk Road selama masa penakhlukan Rusia abad ke-19 di Asia tengah.

Kalau dari segi cerita, narasi yang dikemas oleh manga ini sebenarnya aman-aman saja kalau dibikin jadi anime. Nah masalahnya, gaya seni Kaoru Mori terlalu detail. Manga ini menampilkan pola pakaian yang  sangat cocok kalau ditampilkan di galeri seni.

Industri anime harus mempertimbangkan banyak hal sebelum mencoba menuangkan gaya seni Kaoru Moru ke dalam visual yang lebih hidup. Kalau nanti versi anime-nya kurang detil, dikhawatirkan hal tersebut akan mengundang kritik pedas dari penggemar manga-nya.

Vagabond

“Vagabond” secara universal dianggap sebagai salah satu seri manga terbaik yang pernah ada. Kisahnya yang luar biasa berpusat pada Takezo Shinmen, seorang pejuang terampil yang berpetualang keliling Jepang pada abad ke-17. Ia berpetualang untuk mencari lawan yang kuat untuk ditantang bertarung ilmu pedang.

Daya tarik “Vagabond” tentu saja tak hanya karena narasinya yang sangat berkelas. Visual manganya yang imersif juga menjadi daya tarik tersendiri di kalangan penggemar. Bahkan saking imersifnya visual dari manga ini, tak sedikit studio anime yang ragu untuk mengadaptasi “Vagabond.”

Memories of Emanon

“Memories of Emanon” mengikuti perjalanan menakjubkan Emanon, gadis misterius yang punya kemampun untuk melakukan time travel hingga ke miliaran tahun lalu.

Setelah ia bertemu dengan seorang pria muda yang berhasil menarik perhatiannya, Emanon memutuskan untuk mengajak pria tersebut untuk time travel bareng-bareng. Nggak cuma berpetualang biasa. Emanon dan teman prianya bahkan mengubah sejarah dunia lewat pengetahuan masa lalunya yang ia miliki. Alhasil, Emanon dan temannya berhasil mencatat sejarah baru.

Alur cerita manga yang rumit memiliki potensi tak terbatas untuk menjadi anime luar biasa. Sayangnya struktur cerita yang nggak ortodoks dan gaya seni super detil, akan membuat proses adaptasi anime jadi sangat menantang.

Goodnight Punpun

Manga horor psikologis karya Inio Asano, “Goodnight Punpun,” telah dipuja oleh jutaan pembaca sejak debutnya di tahun 2007. Manga ini bakal mengikuti kisah pendewasaan diri dari seorang Punpun Onodera yang sangat mengerikan.

Walau pujian mengalir tanpa henti ke manga ini karena karakternya yang relatable dan tema non-ortodoks, namun serial ini tak pernah dianimasikan.

Ceritanya yang sangat kompleks secara emosional dan unik secara visual, mungkin bisa membuatnya jadi anime yang berkualitas. Tapi masalahnya ada pada si protagonis bisu, Punpun. Sebagai seorang main character, Punpun nggak pernah berbicara. Inilah yang sulit digambarkan dalam format audio-visual.

Nah itu tadi beberapa manga populer yang tidak akan pernah diadaptasi jadi anime. Kalau dipikir-pikir sebenarnya sayang banget manga-manga di atas nggak dapat adaptasi. Tapi mau gimana lagi, daripada adaptasi anime-nya nggak sesuai sama versi manga dan bikin penggemar kecewa, mending memang nggak usah diadaptasi saja deh. Gimana menurutmu?

More Stories
Siap-siap buat Serial Ultraman Terbaru di Netflix, Juga Kembalinya Castlevania dan Aggretsuko
%d blogger menyukai ini: