Kesan Pertama Nonton Serial Loki Episode 1, Misterius dan Punya Gaya

Setelah lama dinantikan, akhirnya para penggemar superhero sudah bisa nonton serial Loki episode 1 di kanal streaming Disney+ pada tanggal 9 Juni 2021. Banyak orang yang telah berekspektasi besar terhadap serial yang dibintangi Tom Hiddleston ini. Banyak juga orang yang penasaran dengan nasib dan cerita petualangan Loki itu sendiri.

Popculture.id memiliki kesan pertama setelah nonton Loki episode 1. Menurut saya, serial ini melampaui ekspektasi banyak orang, memiliki gaya penceritaan yang unik dengan karakter-karakter yang solid, menarik dan sangat berbeda dengan dua serial sebelumnya. Loki memberikan nuansa aneh yang unik dengan cara bercerita yang sama uniknya.

Misterius dan Beda

Jujur saja, episode pertama serial Loki menyuguhkan banyak hal yang membuat kita sedikit berfikir keras. Namun semua cerita dan premis yang ditawarkan sebagai set-up di akhiri dengan sebuah misteri yang sepertinya akan diungkap dari episode ke episode.

Beberapa contoh premis yang menarik adalah identitas para Time-Keepers, asal pekerja TVA dan bagaimana sebenarnya mereka bekerja. Meski diperlihatkan, saya sendiri merasa ingin melihat lebih jauh hal-hal di atas. Lanjut lagi, kita dibuat bertanya-tanya dengan peran Loki sebagai seorang Variant di serial ini. Kita tahu kalau dia pasti akan berguna bagi TVA. Villain yang telah diprediksi banyak orang sudah terungkap, yakni Loki sendiri. Tapi, bagaimana wujud Loki tersebut? Ini juga masih dijadikan misteri. Singkatnya, episode pertama ini mempertahankan hal misterius ini demi membuat penonton gregetan. Upaya ini berhasil, saya yakin banyak orang yang tidak sabar menantikan episode kedua serial Loki.

Animasi Unik

Salah satu hal yang paling menarik dari episode pertama Loki adalah bagian singkat sejarah TVA. Alih-alih menggunakan flashback yang kaku, cerita soal organisasi TVA dibawakan lewat animasi yang sangat unik. Tentu saja ini jadi penyegaran tersendiri di serial Loki. Entah kenapa, menggunakan animasi ini terasa lebih baik dari cara WandaVision menggunakan sitkom.

Penggunaan animasi oleh TVA ini juga mengingatkan saya pada game Fallout. Dimana organisasi bernama Vault mengiklankan produknya dengan cara yang sama. Mereka yang pernah bermain gim Fallout pasti setuju. Selain animasi tersebut, efek-efek lain seperti penggambaran flashback dari alat Agent Mobius dan suasana kota besar di TVA juga memberikan efek kagum pada saya pribadi. Loki terasa lebih halus dan lebih matang secara eksekusi dibandingkan episode perdana Falcon and Winter Soldier maupun WandaVision.

Karakter yang Solid dan Eksekusi Sempurna

Episode pertama berarti perkenalan karakter-karakter baru yang muncul. Ada sejumlah karakter yang cukup menarik hadir di episode pertama ini. Beberapa diantaranya adalah Ravona Renslayer dan Agent Mobius. Dua orang ini memiliki hubungan satu sama lain tapi memiliki karakteristik yang berbeda. Kerennya, mereka, terutama Agent Mobius bisa membuat saya merinding. Saya yakin sang Agent memiliki kekuatan yang sangat besar.

Sama halnya dengan dua tokoh di atas, karakter Loki sendiri juga sangat brilian. Ia masih terlihat seperti Loki yang dulu; tukang bohong, banyak bicara dan congkak. Namun serial ini adalah pencarian jati diri, sehingga kita bisa melihat sisi lain dari Loki. God of Mischief yang menangis melihat takdir sepanjang hidupnya yang harus menjadi villain, menjadi musuh superhero yang hidupnya bersinar. Di episode ini kita bisa lihat Loki yang sangat melankolis dan jauh berbeda dari yang biasanya.

Terakhir, beberapa easter egg dan referensi dari film MCU sebelumnya juga sangat menarik. Dimana ada banyak Infinity Stones di TVA, Tesseract yang tidak berfungsi, penggambaran Infinity War, Endgame, Ragnarok, Thor: Dark World, Avengers, sampai fakta komedik kalau Loki adalah pembajak pesawat terkenal D.B Cooper.

Nah gimana menurut kalian Popins? Apa kesan pertama kalian setelah nonton serial Loki episode 1 ini? Yuk tulis di kolom komentar~

More Stories
The Walking Dead Season 8: Spoiler tentang akhir perang
%d bloggers like this: