Inilah 5 Arc Jujutsu Kaisen Terbaik yang Bikin Penggemar Sulit Move On

5 arc Jujutsu Kaisen terbaik ini bikin penggemar sulit move on. Mana saja arc yang paling bikin penggemar susah move on? Kita cek yuk!

Jujutsu Kaisen karya Gege Akutami menjadi salah satu anime shonen yang paling menonjol saat ini. Serial anime ini telah mendapatkan banyak apresiasi karena alur ceritanya yang mendalam.

Jujutsu Kaisen sendiri mengikuti kisah Yuji Itadori yang menelan salah satu jari Sukuna, hingga akhirnya terlempar masuk ke dunia sihir Jujutsu.

Layaknya One Piece, anime yang sebentar lagi merilis Season 2-nya ini juga terbagi menjadi beberapa arc. Di mana setiap arc-nya bakal memperkenalkan roh terkutuk yang punya unik. Kali ini saya telah merangkum beberapa arc Jujutsu Kaisen terbaik buat kamu.

Beberapa arc ini diklaim bisa bikin penggemar sulit move on karena terlalu epic-nya.

The Shibuya Incident

“The Shibuya Incident” adalah arc Jujutsu Kaisen terbaik. Dalam arc ini, Gojo Satoru disegel di dalam Prison Realm, identitas asli Pseudo-Geto terungkap, dan Sukuna berhasil mengambil alih tubuh Yuji untuk waktu yang lama serta mencabik-cabik Shibuya.

arc jujutsu kaisen terbaik

Arc ini juga membuktikan bahwa Yuji adalah protagonis kelas atas. Pasalnya Yuji berhasil mengatasi berbagai trauma yang terus menerus menimpanya. Amukan Sukuna tidak hanya berhasil menghancurkan sebagian besar area kota, tapi jiwa Yuji juga terluka secara permanen.

Selain itu, beberapa karakter favorit penggemar juga terluka parah dan semuanya dikeluarkan dari komisi.

Gojo’s Past

“Gojo’s Past” adalah salah satu bagian paling menarik dalam Jujutsu Kaisen. Di arc ini, masa lalu Satoru masih diselimuti misteri. Selain itu masa lalunya juga disembunyikan oleh sikap angkuh dan keberuntungannya.

Tapi seiring berjalannya cerita dalam arc, perlahan masa lalu Satoru sebagai siswa di Jujutsu High School bersama sahabat lamanya Suguru, akhirnya terkuak. Tidak hanya itu, arc ini juga turut memperkenalkan asal usul karakter Toji Fushiguro, dan kekalahannya saat melawan Satoru.

The Cursed Child

“The Cursed Child” lebih dikenal sebagai “Jujutsu Kaisen 0.” Ini adalah prekuel yang sangat bagus dari seri utama Jujutsu Kaisen.

arc jujutsu kaisen terbaik

Dalam arc ini, Yuta dihantui oleh Rika, teman masa kecil yang sangat ia cintai. Rika terjebak di sisi Yuta sebagai roh terkutuk. Ia bersumpah untuk membebaskan jiwanya dan mendaftar di SMA Jujutsu, teman di mana dia secara otomatis akan dikelompokkan di kelas penyihir khusus.

BACA JUGA  Produksi Film Studio Ghibli Terbaru "How Do You Live?" Berjalan Masih Lama

Arc ini tidak hanya memperlihatkan potensi Yuta sebagai seorang penyihir. Tapi arc ini juga turut menggambarkan Parade Malam Seratus Setan yang sangat terkenal, serta mengungkapkan beberapa informasi tentang Suguru.

Perfect Preparation

Mark Zen’in adalah bintang utama di arc ini. Arc ini datang tepat sebelum dimulainya Culling Game, dan menampilkan aksi pembantaian Maki terhadap Klan Zen’in.

arc jujutsu kaisen terbaik

Dalam arc ini, Mai mengorbankan dirinya agar Maki bisa memanfaatkan semua potensi Pembatasan Surgawi. Maki kemudian membunuh semua anggota Klan Zenin untuk memenuhi keinginan terakhir Mai. Dengan mengerahkan semua kekuatannya, Maki pun menebas satu per satu penyihir terkuat yang ada di dalam klan.

Tokyo No. 1 Colony

Arc ini fokus pada Culling Game / Game Pemusnahan. Dalam arc ini Culling Game diceritakan masih berlangsung, dan menjadi salah satu game paling mematikan di anime Jujutsu Kaisen.

arc jujutsu kaisen terbaik

“Tokyo No. 1 Colony” turut memperkenalkan beberapa penjahat baru di Jujutsu Kaisen. Contohnya seperti penyihir eksentrik Reggie Star dan pengacara yang berubah menjadi penyihir Hiromi.

Arc ini juga menunjukkan Megumi dan Yuji yang mendapat tekanan psikologis. Megumi berusaha untuk menyalamatkan Tsumiki, sedangkan Yuji berjuang untuk mengatasi amukan Sukuna saat ia mengambil alih tubuhnya.

Oke, itulah beberapa arc Jujutsu Kaisen terbaik. Dari kelima arc yang saya sebutkan di atas, mana yang paling membuatmu terkesan dan sulit move on?

%d blogger menyukai ini: