5 Fakta Gojo Satoru Di Jujutsu Kaisen, Dari Keluarga Sampai Kekuatan Uniknya

Manga Jujutsu Kaisen karangan Gege Akutami sudah terjual sebanyak 70 Miliar kopi di seluruh dunia sejak penerbitannya tahun 2018. Hal itu menjadi testamen dari kepopulerannya.

Selain arc Jujutsu Kaisen menarik, salah satu yang membuat pembaca dan penonton adaptasi serial animenya kepincut adalah karakter bernama Gojo Satoru. Di sini kami membahas fakta Gojo Satoru yang bisa jadi mengejutkan kamu.

Fakta Gojo Satoru Yang Menarik

1. Lahir di Keluarga Jujutsu Sorcerer Ternama

Di dunia Jujutsu Kaisen, terdapat sekelompok orang yang memiliki kekuatan khusus untuk menggunakan energi kutukan, atau cursed energy. Mereka yang memiliki kekuatan khusus untuk melakukannya adalah Jujutsu Sorcerer.

Satoru terlahir di keluarga Gojo, salah satu keluarga besar pengguna Jujutsu selain keluarga Kamo dan keluarga Zen’in.

Terlahir di keluarga elit membuat Satoru memiliki akses terhadap berbagai teknik rahasia jujutsu dan sudah digembleng untuk menggunakan kekuatannya sejak kecil. Berbeda dengan salah satu muridnya sekaligus tokoh utama Jujutsu Kaisen, Yuji Itadori, yang baru menggunakan jujutsu sejak masuk SMA.

Bisa dikatakan, terlahir di keluarga ternama menjadi salah satu faktor Satoru bisa menempati posisinya saat ini sebagai guru di sekolah jujutsi Tokyo.

Satoru juga terungkap memiliki hubungan keluarga jauh dengan salah satu muridnya di sekolah jujutsu, Yuta Okkotsu. Mereka merupakan keturunan dari Sugawara No Michizane, salah satu dari 3 roh kutukan terbesar di Jepang.

2. Terinspirasi dari Buddha

Kalau kalian mencermati manga ataupun anime Jujutsu Kaisen, kalian akan mendapati berbagai referensi dan filosofi Buddhisme pada para karakternya.

Mulai dari pakaian para petinggi sekolah jujutsu seperti Yoshinobu Gakuganji sampai ke villain seperti Jogo dan Suguru Geto. Termasuk juga Gojo Satoru.

Fakta Gojo Satoru soal Buddhisme ini terbukti lewat catch phrase Tenjō tenge yuiga dokuson, yang kurang lebih memiliki arti “Hanya akulah yang tercerahkan di dunia ini”. Kalimat ini menurut sekte Buddhisme di Jepang diutarakan oleh Siddharta Gautama setelah dia mencapai enlightenment.

Memang, perangai Satoru yang begitu ceria, tanpa beban, dan semaunya sendiri sering membuat kesal teman-teman sejawatnya maupun murid-muridnya. Tetapi, sifat-sifat itu membuat Satoru bisa dikatakan sudah mencapai englightenment.

Dia tak lagi mempedulikan embel-embel duniawi seperti status keluarga atau jabatan tinggi, tetapi fokus pada tugas utamanya di dunia ini, memerangi makhluk kutukan.

BACA JUGA  Geng Terkuat dan Berpengaruh di Manga dan Anime Tokyo Revengers

Bahkan, sifat inilah yang membuat Satoru begitu getol membela Yuji, sang tokoh utama. Yuji dianggap berbahaya oleh petinggi di dunia penyihir jujutsu karena menyimpan Ryomen Sukuna, makhluk kutukan terkuat level spesial.

Satoru mati-matian membela Yuji agar tidak dieksekusi, menganggap kalau dia memiliki potensi untuk memerangi makhluk kutukan.

3. Berteman dengan Suguru Geto

Sifatnya yang terkesan semaunya sendiri membuat Gojo Satoru memiliki sedikit orang yang bisa dikatakan teman olehnya. Bahkan, juniornya saat bersekolah di sekolah jujutsu, Kento Nanami, berusaha sebisa mungkin agar menjauhi Satoru.

Tetapi, saat menimba ilmu di sekolah jujutsu, Satoru berteman baik dengan Suguru Geto. Mungkin, mereka menemukan banyak kesamaan antara mereka, karena Suguru juga tipe orang yang juga tidak disukai koleganya. Mereka berlatih dan bahkan bercanda bersama.

Mereka juga sama-sama jenius di bidangnya, sama-sama diberi label penyihir kelas spesial. Bagi Satoru, Suguru adalah satu-satunya orang yang bisa menandinginya, yang juga berarti bisa setara dengannya.

Suguru dan Satoru

Perbedaannya, walau Satoru dan Suguru sama-sama bisa membaca emosi dan isi pikiran orang lain, Suguru lebih peka dan sensitif. Suguru mempertanyakan arti memerangi kutukan demi orang-orang biasa yang bahkan tidak mempedulikan para penyihir jujutsu.

Keraguan Suguru itu makin memuncak sampai akhirnya Suguru mengkhianati dunia penyihir jujutsu. Suguru melakukannya karena sudah berulang kali melihat kejadian dimana orang biasa dengan mudahnya mengorbankan penyihir jujutsu agar bisa selamat.

Keputusan itu membuat Satoru harus memburu temannya dan mengakhiri hidupnya. Fakta Gojo Satoru satu ini memang tragis.

4. Kekuatan Gojo Satoru Unik

Di dunia Jujutsu Kaisen, seseorang hanya bisa menggunakan kekuatan yang ada saat dirinya terlahir. Seseorang bisa melatih kekuatan itu, tetapi tidak bisa memperoleh kekuatan baru selain dari apa yang dia miliki saat dilahirkan.

Karena itu, garis keturunan sangatlah penting. Maki, kakak kelas Yuji, diasingkan oleh keluarganya karena dia dianggap gagal sejak lahir.

Sebaliknya, Satoru dianggap sebagai penyihir jenius sejak terlahir di keluarga Gojo. Dia memiliki energi kutukan yang sangat besar, bahkan yang terbaik di keluarga Gojo.

BACA JUGA  5 Komik Bertema Gangster Terbaik

Hal yang membuat Satoru begitu spesial bukan jumlah energi kutukannya, yang sebenarnya lebih sedikit ketimbang muridnya, Yuta. Melainkan Sixth Eye dan Limitless (Mugen).

Mugen adalah teknik kutukan yang diwariskan oleh garis keluarga Gojo, yang membuat penggunanya memanipulasi konsep “tak terbatas” yang sangat kuat.

Satoru bisa memakai mugen dengan teknik: Cursed Techinque Lapse: Blue, Cursed Technique Reversal: Red, dan gabungan keduanya Hollow Technique: Purple. Teknik Purple ini adalah buatan Satoru sendiri, bukan diwariskan oleh keluarga Gojo.

kekuatan gojo satoru
Hollow Technique: Purple

Tetapi, terlahir di keluarga Gojo tak lantas membuat semua orang mampu menggunakan Red dan Blue secara efektif. Konsep tak terbatas dari mugen mengharuskan penggunanya dijejali informasi tentang dunia sekitar secara bersamaan. Seseorang yang tak bisa mengontrol mugen akan mengalami overload di otak mereka, dan bahkan bisa gila.

Satoru terlahir dengan kekuatan unik Sixth Eye. Teknik yang dapat membuat Satoru melihat aliran energi kutukan, juga membuatnya mampu menggunakan energi kutukan secara efektif tanpa cela. Hal inilah yang menyelamatkan Satoru dari overload penggunaan mugen seperti kebanyakan anggota keluarga Gojo yang lain.

5. Sempat Kalah dari Toji Fushiguro

Meski kekuatan Gojo Satoru hebat, juga punya mental yang memadai serta kemampuan intelektual untuk membaca lawan, ia tidak juga sempurna.

Saat ini di babak terbaru manga-nya, Satoru sedang disegel oleh Kenjaku di Prison Realm.

Sedangkan di masa lalu saat masih seorang murid di sekolah penyihir jujutsu, Satoru sempat kalah saat menghadapi Toji Fushiguro, ayah dari Megumi Fushiguro.

Toji, yang dijuluki sebagai Sorcerer Killer, sama sekali tidak bisa menggunakan energi kutukan. Hal itulah yang membuat Satoru sempat lengah dan mematikan teknik mugen miliknya.

Toji hampir mengalahkan Satoru

Dulu, Satoru belum bisa mengontrol mugen dengan sempurna dan harus mengaktifkannya secara sadar. Toji yang memiliki kemampuan tubuh fisik yang super kuat tanpa energi kutukan mampu menyudutkan Satoru bahkan sampai hampir membunuhnya.

Untungnya, ketika didesak pertama kali sampai hampir mati pertama kali dalam hidupnya, Satoru berhasil mempelajari teknik kutukan terbalik. Dengan teknik ini, Satoru berhasil menyembuhkan dirinya, dan mengalahkan Toji.

BACA JUGA  Teori One Piece Chapter 1067 Terbaru: Negara Para Dewa

Belum Baca Jujutsu Kaisen?

Manga Jujutsu Kaisen karangan Gege Akutami bisa dikatakan sebagai salah satu pembawa bendera generasi baru di majalah Shonen Jump, bersama My Hero Academia dan Black Clover, tempatnya diterbitkan.

Manga action yang juga diadaptasi menjadi serial TV anime pada tahun 2020 yang lalu menyajikan berbagai pertarungan sengit dan cerita yang menggugah.

Itulah fakta Gojo Satoru yang paling menarik. Untuk mengikuti aksi Satoru dan yang lainnya, dapat diikuti di situs resmi Shonen Jump.

%d blogger menyukai ini: