(Review) Film “Ave Maryam”: Kisah Cinta Seorang Suster Gereja

film ave maryam

“Ave Maryam” sejak tahun lalu telah menarik perhatian kami dengan perilisan trailer-nya. Memasangkan Maudy Koesnaedi dan Chicco Jerikho sebagai tokoh utamanya, sulit membayangkan hubungan yang akan tercipta antar dua aktor berbeda generasi tersebut di sebuah skenario. Ertanto Robby Soediskam, seorang sutradara muda menghadirkan pengalaman sinematik, visual, dengan sedikit sentuhan spiritualisme lewat cerita yang hadir di “Ave Maryam”.

Sinopsis Film “Ave Maryam”

Film ini menceritakan seorang biarawati Katolik bernama Suster Maryam (Maudy Koesnaedi) yang tinggal dan mengabdi di sebuah rumah asuh biarawati senior di Semarang. Kehidupannya yang sederhana dan cenderung datar, sehari-harinya hanya diwarnai oleh ibadah, merawat para biarawati tua, atau memelihara lingkungan kesusteran tempat ia tinggal. Kehadiran seorang biarawati senior bersama Suster Monic (Tutie Kirana) yang memutuskan kembali ke kesusteran Semarang membawa kejutan bagi Maryam.

Ave Maryam

Suster Monic datang bersama Pastur muda bernama Romo Yosef (Chicco Jerikho). Terikat dalam sumpah setia pada gereja untuk mengabdikan diri sepenuhanya sebagai utusan Tuhan, hati Maryam bergejolak ketika dihadapkan dengan sosok Romo Yosef yang membuat hari-harinya lebih dinamis.

Akting Para Pemain Begitu Memukau

Kemampuan berakting dari para aktornya tentunya menjadi salah satu faktor keberhasilan dari sebuah film. Hal ini pun sukses dilakukan oleh jajaran pemeran dari film Ave Maryam, mulai dari para aktor utamanya hingga pemain sampingan.

Yosef di fim Ave Maryam

Mereka berhasil melakukan akting dengan cara yang sangat ekspresif sehingga meskipun filmnya minim dialog, emosinya tetap bisa tersampaikan ke penonton lewat raut wajah ataupun gestur tubuh. Hal ini tentunya sangat membantu poin sebelumnya. Oh ya, lewat film ini kalian juga bisa menyaksikan penampilan apik dari sutradara kawakan Indonesia, Joko Anwar, yang berperan sebagai Romo Martin, loh.

Adanya Pesan Toleransi Yang Diberikan

Toleransi agama ditunjukkan dalam film ini melalui berbagai adegan sederhana mulai dari kehadiran sosok anak kecil berjilbab yang rutin mengantar susu ke asrama biarawati dan gereja. Hingga keragaman agama yang divisualisasikan melalui adegan saat Maryam dengan memakai seragam suster melewati sebuah mesjid.

Ave Maryam juga menyampaikan berbagai pesan yang sangat menyentil melalui dialog para pemainnya yang bak ‘membalas pantun’ melalui kalimat bijak. Salah satu kalimat yang terngiang-ngiang adalah saat Suster Monic mengatakan, “Jika surga belum pasti untuk saya, untuk apa aku mengurusi nerakamu?” juga kalimatnya yang berisi, “Rahasiakan ibadahmu sebagaimana kamu merahasiakan aib-aibmu”.

Penuh pesan yang terselip melalui berbagai adegan dan dialog pemerannya, Ave Maryam memiliki aktor yang dapat menyampaikan emosinya secara total dengan pengambilan gambar yang epik. Salah satu film Indonesia yang wajib tonton.

Ringkasan
Penuh pesan yang terselip melalui berbagai adegan dan dialog pemerannya, Ave Maryam memiliki aktor yang dapat menyampaikan emosinya secara total dengan pengambilan gambar yang epik.
6.8

Latest Reviews

More Stories
DPR Kritik Pemerintah yang Tayangkan Dokumenter Netflix di TVRI
%d blogger menyukai ini: