Fakta Di Balik “The Queen’s Gambit”, Mini Series Catur yang Beda Banget!

Belakangan ini lini masa sosial media dipenuhi dengan pembahasan soal beragam fakta dan informasi mengenai mini series The Queen’s Gambit. Series yang ditayangkan di Netflix ini mendapat sorotan karena dianggap punya hal menarik yang di bahas.

Jika serial bertema olahraga fisik seperti Basket, Sepakbola, Baseball, American Football sudah banyak beredar, maka serial soal olahraga otak seperti catur jarang sekali kita temukan. Atas dasar tersebut serial The Queen’s Gambit menjadi tontonan menarik. Nah buat kamu yang penasaran dengan serial ini, yuk simak fata The Queen’s Gambit di bawah ini sebelum menonton serialnya.

Diadaptasi Dari Novel Berjudul Sama

Serial The Queen’s Gambit yang sedang ramai diperbincangkan ini rupanya adalah serial yang diadaptasi dari novel berjudul sama. Novel yang ditulis oleh novelis Amerika Walter Tevis ini pertama kali dirilis pada tahun 1983.

Sama seperti dalam serial, novel ini menceritakan seorang perempuan yang berjuang menjadi seorang grandmaster chess di tengah perang dingin. Diceritakan sang perempuan memiliki prinsip melawan yang kuat. Dari mulai menolak sponsor dan menolak organisasi yang nggak memiliki prinsip yang sama dengannya.

Para Pemain yang Nggak Bisa Main Catur

Ada fakta menarik soal para pemain dalam serial ini. Sang pemeran tokoh utama, Anya Taylor-Joy mengaku bahwa nggak bisa bermain catur sama sekali sebelum tergabung dalam serial ini. Selain itu ada juga Thomas Brodie-Sangster danHarry Melling yang sama-sama nggak bisa bermain catur sebelumnya.

Berhubung para pemain harus menguasai catur atau minimal dasar catur, maka para pemain diajarkan lebih dahulu oleh mereka para grandmaster chess sungguhan. Mereka menghafalkan langkah-langkah tiap bidak dan belajar menghitung kotak hitam-putih dalam papan.

Mengubah Perspektif Catur

Dengan berkembangnya teknologi dan beragam permainan berbasis digital, lama kelamaan catur kehilangan pamornya. Permainan ini bahkan dianggap kuno dan membosankan. Padahal catur adalah salah permainan strategi sekaligus olahraga otak paling sulit yang pernah ada.

Lewat serial ini, kita sebagai orang awam bisa menikmati keindahan, drama dan seni bermain catur itu sendiri. Hal ini dikarenakan serial ini berbeda dengan film atau serial lain meski sama-sama mengusung tema catur.

BACA JUGA  Bikin Penasaran, Netflix Umumkan Pemain Money Heist Versi Korea

Dalam The Queen’s Gambit penggambaran papan catur dan posisinya selalu di atur agar terlihat lebih realistis. Ya karena Master Nasional Catur Bruce Pandolfini dan Grandmaster Garry Kasparov menjadi konsultan dari serial ini. Gokil!~

Isu Feminisme

Terakhir dan hal paling apik dalam serial ini adalah isu dan pesan yang ingin di angkat. Berlatar di masa perang dingin tahun 1950-an, serial ini memperlihatkan prinsip feminisme yang kuat di tengah arus seksisme yang masih kental di zaman itu.

Di tengah semua moralitas masyarakat yang mengekang perempuan, sang karakter utama seakan nggak peduli dengan keadaan tersebut. Ia malah memeprtanyakan mengapa banyak orang yang mempermasalahkan gender dan meremehkannya karena ia perempuan yang bermain catur.

Selain itu serial ini juga mengupas soal isu kecanduan alkohol dari pihak perempuan. Selama ini kita hanya tahu bahwa kebanyakan kecanduan alkohol terjadi pada pria saja. The Queen’s Gambit ingin memperlihatkan bahwa kejadian serupa terjadi pada seluruh manusia dan nggak memandang gender saja.

Nah itu dia beberapa fakta soal serial The Queen’s Gambit. Gimana menurut kalian Popins? Tertarik untuk meluangkan waktu dan menontonnya?

%d blogger menyukai ini: