Film Terbaru Furiosa Akan Jadi Bukti Ambisi dan Idealisme George Miller

Gurun pasir yang panas, dunia penuh kekacauan, kelaparan, kematian dan peperangan akan kembali hadir di hadapan kita. Kali ini Warner Bros tengah bersiap membuat film spin-off Mad Max berjudul Furiosa yang diajukan oleh George Miller sendiri.

Proyek film Furiosa ini telah bertahun-tahun mangkrak dan hanya jadi ambisi seorang George Miller. Pasca film Mad Max: Fury Road mendapat perhatian besar dari para penggemar, George Miller selalu ingin kembali pada dunia tersebut.

Fury Road adalah film genius. Bahkan film ini bisa meyeimbangkan porsi tokoh utama dan tokoh pembantu. Buktinya para penggemar sangat penasaran dengan karakter yang membantu Max, Furiosa.

Proyek ini kembali mendapat angin segar setelah Warner Bros mengumumkan pemain yang masuk pada proyek ini pada Selasa, 13 Oktober 2020 kemarin. Mereka adalah Anya Taylor-Joy, Chris Hemswroth dan Yahya Abdul-Mateen II yang akan membintangi film Furiosa, seperti dilansir The Hollywood Reporter.

Film Furiosa ini diarahkan, ditulis dan diproduksi oleh George Miller sendiri. Ini adalah proyek ambisiusnya. Rencananya ia akan bekerja sama dengan Doug Mitchell yang berbasis di Australia

Prediksi Plot Furiosa

Sebelum masuk pada prediksi plot cerita, aktris Taylor-Joy rencananya akan berperan sebagai Furiosa muda dan cerita masa lalunya sebelum menjadi seorang Imperator untuk pasukan Immortan Joe.

Jika mengacu cerita komik, Furiosa adalah seorang anak dari korban dunia pasca-apokalips. Ia datang dari sebuah tempat bernama Green Place. Ia dan ibunya diculik oleh Immortan Joe. Setelah ibunya meninggal Furiosa sepat menjadi istri Joe. Mengetahui sang ibu mandul, Joe mengirim Furiosa untuk menjadi pejuang.

Ia adalah satu-satunya pejuang perempuan yang berhasil naik pangkat dengan cepat dan menjadi seorang Imperator. Ia kehilangan salah satu lengannya setelah ia mengikuti pertarungan kemuliaan “Immortan Joe”. Dari cerita di atas, ada kemungkinan bahwa Chris Hemsworth dan Abdul-Mateen II akan berperan sebagai Imperator terdahulu dan mentor bagi Furiosa.

Hal ini mungkin terjadi sebab Chris Hemsworth cocok berperan sebagai mentor yang berpengalaman atau Imperator kejam dan kuat. Alasannya, ia begitu apik bermain dalam film berbasis action berjudul Extraction yang jadi hits bagi Netflix beberapa bulan kebelakang. Begitu pula Abdul-Mateen yang kini tergabung dalam film laga The Matrix

Furiosa dan Semesta Mad Max

Membicarakan Furiosa nggak akan lengkap tanpa membicarakan semesta Mad Max. Film yang dirilis pertama kali pada tahun 1979 ini menampilkan kehidupan pasca kiamat dimana nyawa tak berharga dengan beragam hukum rimba.

Puncak dari perjuangan Miller terbalas setelah ia menampilkan Max baru yang segar dan karakter karismatik lain dalam film Mad Max: Fury Road. Bahkan film ini jadi titik balik bagi Miller memperkenalkan semesta ciptaanya.

Hal yang menarik dari semesta Mad Max adalah eksplorasi gila-gilaanya. Pasalnya The Wasteland adalah tempat yang dibangun berdasarkan cerita dan mitos dari generasi ke generasi bagi para penghuninya. Jadi film-film Mad Max nggak harus nyambung tapi tetap memiliki keterikatan lewat mitos tersebut.

Atas dasar itu film Furiosa akan memiliki jalurnya sendiri, mitosnya sendiri tanpa membawa nama Max. Namun itu bukan berarti film ini nggak akan berdampak pada film Mad Max selanjutnya.

Film Furiosa dan Idealisme George Miller

Sebelumnya kita sudah membahas prediksi plot. Hal tersebut diambil dari komiknya. Namun perlu diketahui bahwa komik tersebut banyak dikritik karena ceritanya yang jelek dengan beragam adegan kekerasan seksual.

Tapi itu bukan berarti kita harus khawatir. Sebab Miller adalah seorang sutradara yang nggak pernah mengadaptasi secara mentah atau mengulangi hal yang pernah ia kerjakan. Miller selalu memberi pembaharuan tanpa takut akan risiko

Terkhusus Furiosa, Miller telah menyimpan benih misteri yang menyisakan satu tempat bernama ‘Green Place’ untuk film terbarunya nanti. Tentu saja film Furiosa akan lebih eksploratif menampilkan dunianya lewat kekerasan, perang, kendaraan unik dan perebutan air dan bensin.

Film Furiosa juga untuk pertama kalinya akan memberikan pespektif baru soal The Wasteland lewat tokoh lain. Ya selama ini kita hanya melihat dari perspektif Max yang jadi polisi, berandalan dan seorang petualang.

Terakhir, George Miller selalu memiliki pandangan luas dalam menggarap film. Ia selalu mengaitkan hal-hal filosofis seperti eksistensialisme sampai politik kekuasaan dalam filmnya. Ia juga sangat peka terhadap perkembangan dunia saat ini.

Akhir kata kita nggak bisa berharap Miller akan mencerahkan kita lewat cerita masa lalu Furiosa. Hal yang pasti kita ketahui adalah film Furiosa akan menuju film Mad Max: Fury Road.

Latest Reviews

More Stories
Rekomendasi 5 Anime Summer 2020 Versi Popculture.id
%d blogger menyukai ini: