Justice League; Citarasa Whedon Dengan Nuansa Snyder

Source : hiddenremote.com

A big mindblown!!!

Begitulah yang bisa kami ungkapkan selama menyaksikan premiere Justice league di bioskop. Bayangin aja, di tengah “dark”-nya suasana yang dibangun khas DCEU, tiba-tiba keluar guyonan garing ala Whedon.

Yah, sebagai penikmat yang mengharapkan film sci-fi superhero berkualitas, mungkin menduga DC agak berhati-hati dalam cerita Justice League. Karena itulah waktu menonton film ini pertamakali, terasa DC sedikit ‘memperingan’ bobot cerita sehingga waktu kurang lebih 119 menit jadi terasa singkat.

Source : Trailer Justice League

Secara keseluruhan, Justice League cukup memenuhi ekspektasi penontonnya. Dalam arti, enggak se-dark style murni Snyder. Tetapi saya yang fans superhero DC cukup lama kok, merasa ada yang ganjel ya. Okelah kita bahas sambil berharap saya gak khilaf spoilerin yang selain ada di trailer yak.

Berangkat dari trailer yang telah dirilis. Sedikit saran, lupakan semua yang ada dalam pemikiran kalian tentang trailer dan ekspektasi bakal seperti apakah filmnya nanti. Aroma Whedon memenuhi setiap sudut scene film Justice League. Dan kita samar-samar masih bisa merasakan kehadiran Snyder.

Dalam satu kalimat sederhana, mungkin sub judul Justice League kali ini, daripada ‘Unity’ lebih condong menjadi ‘Superman dan teman-teman supernya’. Bukan tanpa alasan, sesuai yang diprediksi bersama, Superman (Cavill) bangkit. Dan fungsi anggota Liga yang lain adalah… membangkitkannya.

Source : allfilmmagz.com

Oiya, jangan khawatir soal adegan pertarungan. Hampir semuanya dikemas secara apik, baik dari segi koreografi maupun efek visualnya. Bahkan adegan action semuanya bikin mulut para fanboy DC menganga melihatnya. Sampai sebelum kemunculan – lagi-lagi – Superman. Saya kurang paham, di film ini sepertinya Superman, si alien normal dari Krypton ini jadi over power (selain over bulu dada juga – pen). Semoga banyak yang sependapat dengan saya soal ini setelah menonton JL.

Steppenwolf (Ciaran Hinds), si gila perang yang dijuluki penghancur dunia sepanjang film terlihat tangguh dan susah dikalahkan. Tapi semua berubah setelah negara api menyerang… bukan deng, lebih baik kalian pastikan sendiri, kenapa Steppenwolf di akhir film kayak EZ banget buat jadi bulan-bulanan anggota liga.

Satu hal lagi yang perlu disingkirkan dalam pemikiran kalian, Bruce Wayne a.k.a Batman (Ben Affleck). Kalian yang punya ekspektasi kelamnya pemikiran, aksi, dan analisis cerdas khas Dark Knight rasanya kudu sedikit kecewa. Saya kurang menemukan hal itu di film ini. Alih-alih yang terlihat mencolok adalah cengiran lebar (benar-benar lebar) Batman ketika Supes datang.

Overall, sepertinya film ini bakalan sedikit memuaskan para penonton yang fetish otot-otot keker ama roti sobek. Bagi saya ya, apalagi selain aksi mbak Gal Gadot yang menjadi Wonder Woman. Ya, aksi Wonder Woman di awal film saat menyelamatkan sebuah bank dari aksi terorisme sungguh mengesankan. Dan ingatkan saya untuk tidak mengomentari cara berlari Barry Allen (Ezra Miller) saat jadi The Flash.

Secara cerita, flownya mengalir ringan tapi berbobot. Oke itu kata sifat, saya jelaskan. Pertama kita bakal dibikin mewek, tak lain tak bukan ini karena JL merupakan lanjutan langsung film BvS. Jika di akhir BvS kita disuguhi adegan kematian Superman, maka di awal film ini kita bisa melihat dampak yang dirasakan karakter terdekatnya pasca kematian Supes. Selanjutnya kita diperlihatkan masing-masing hero dan sedikit ceritanya, lalu suka duka duo Bruce dan Diana ngumpulin anggota Liga via file-nya Luthor.

Soal agresi Parademons, Mother Box, dan serangan serta tujuannya kurang lebih bisa diperkirakan dari trailer-nya. Dalam waktu yang singkat para jagoan kita harus menyelamatkan bumi dari musuh besar yang mengincar bumi!

cosmicbooknews.com

Jangan lupa ada dua scene after credit, pastikan kalian ga beranjak sampe menemukan kejutan besar di akhir ya.

 

 

More Stories
Pixar Animator Membuat Adorable ‘Incredibles’ dan ‘Monsters Inc.’ Mashup
%d blogger menyukai ini: