Review Serial Sweet Tooth: Relevan Dengan Kondisi Pandemi

Di Bulan Juni ini, ada banyak serial original Netflix yang tayang. Salah satunya adalah musim pertama Sweet Tooth. Setelah marathon selama 2 hari, Popculture.id akhirnya berkesempatan untuk menulis review serial Sweet Tooth ini. Apakah serial ini layak ditonton atau tidak?

Buat kamu yang belum tahu, serial Sweet Tooth diadaptasi dari komik DC berjudul sama yang ditulis dan digambar oleh Jeff Lemire. Adaptasi Sweet Tooth dibintangi oleh Nonso Anozie, Will Forte, Christian Convery dan cerita dinarasikan oleh aktor kenamaan sekaligus produser James Brolin. Musim pertama Sweet Tooth berisi 8 episode yang kemungkinan besar akan dilanjutkan ke musim kedua.

Cerita Post-Apokalips Unik

Sweet Tooth adalah serial yang menceritakan petualangan seorang anak bernama Gus di dunia post-apokalips. Dikisahkan, kehidupan manusia dan dunia sudah hancur karena wabah virus misterius yang belum ditemukan obatnya. Di tengah kekacauan tersebut, ada sebuah fenomena yang unik. Setiap perempuan yang melakukan persalinan setelah wabah, melahirkan anak setengah manusia setengah bintang yang disebut hibrida.

Karena fenomena ini, banyak manusia yang menyalahkan hibrida dan memburu kepala mereka. Dunia semakin kacau karena tatanan sosial, hukum dan ekonomi hancur perlahan. Jumlah manusia semakin sedikit sementara wabah terus menerus mengintai. Serial Sweet Tooth mungkin cukup familiar bagi mereka yang pernah menonton film atau serial bertema post-apokalips. Hal yang membedakan Sweet Tooth ialah misteri para hibrida. Bagaimana mereka muncul dan apa fungsi mereka pada ekosistem bumi. Singkatnya, hibrida dalam serial Sweet Tooth jadi daya tarik utama. Hibrida membuat cerita semakin kompleks dan menyenangkan untuk dieksplorasi. Jadi, kita bukan sekadar menonton para karakter yang mencoba bertahan hidup di tengah kiamat.

Relevan Dengan Kondisi Sekarang

Cerita post-apokalips mungkin jadi formula yang disenangi banyak orang. Namun, hal yang membuat Sweet Tooth terasa spesial adalah eksekusi cerita yang sangat relevan dengan kondisi nyata kita hari ini. Karena komik Sweet Tooth dirilis tahun 2009, serial ini terasa seperti memprediksi kondisi Covid-19 yang sedang melanda kita. Bahkan kondisi Covid-19 hari ini mungkin menjadi salah satu inspirasi yang berpengaruh pada serial ini. Sutradara dan produser menyisipkan kondisi real kita sekarang dalam serialnya.

BACA JUGA  Netflix Umumkan Premiere Date dari Season 2 “A Series of Unfortunate Events”

Karena sama-sama membicarakan wabah virus, saat menonton kita terasa berkaca. Semua variabel yang muncul dalam serial adalah gambaran kondisi sosial kita hari ini. Dari mulai orang-orang yang memanfaatkan virus untuk keuntungan sendiri, ketakutan orang-orang terhadap orang yang terinfeksi virus, orang-orang yang abai dan skeptis terhadap penularan virus. Lalu ada juga kondisi kembalinya keseimbangan bumi karena virus, ketidakmampuan pemerintah menangani wabah serta vaksin yang nggak berguna. Sweet Tooth juga menggambarkan ide humanisme, kesenjangan sosial serta kemiskinan.

Semua hal di atas terjadi terjadi pada kita hari ini. Sweet Tooth sepertinya ingin menggambarkan kondisi paling ekstrim dari wabah Covid-19 jika kita nggak mulai sadar akan bahaya virus yang sedang kita hadapi. Kemampuan Sweet Tooth untuk merefleksikan realita pada cerita komik inilah yang membuatnya punya nilai tinggi. Kalian nggak akan menyesal atau merasa sia-sia setelah menonton serial besutan Netflix ini.

Penuh Aksi dan Misteri

Hal terakhir yang membuat serial Sweet Tooth menarik adalah pendekatan dalam bercerita. Dari episode ke episode, serial yang bercerita tentang Gus ini konsisten mempertahankan unsur misteri dan aksi. Kita bukan dibuat bertanya-tanya semata tapi juga disuguhkan dengan aksi-aksi yang cukup lengkap. Adanya The Last Man, kelompok pemburu hibrida dan Animal Defender, kelompok pembela hibrida membuat konfik serial Sweet Tooth semakin menarik.

Kita bisa melihat kemampuan bertarung para hibrida, terutama Gus menggunakan tanduk dan gigitan sampai kemampuannya penciuman dan pendengarannya. Kita juga bisa melihat kemampuan-kemampuan unik hibrida jenis lain seperti hibrida tikus tanah, babi, monyet sampai burung hantu. Kombat dalam serial ini juga menarik. Ada pertarungan menggunakan senjata api dan pertarungan jarak dekat menggunakan senjata tumpul, senjata tanjam serta martial arts. Lengkap banget deh!

Nah itu dia review serial Sweet Tooth versi Popcuture.id. Gimana menurut kalian Popins? Apakah kalian udah nonton serial ini? Kalau belum, kalian bisa nonton langsung di Netflix. Buruan nonton!

%d blogger menyukai ini: