Membandingkan “The Rings of Power” dan “House of the Dragon”

Serial “The Rings of Power” sudah tayang di Prime Video, langsung dengan episode 1 dan 2. Dengan begitu, duel serial fantasi “The Rings of Power” dan “House of the Dragon” pun mulai.

Serial “House of the Dragon” sudah meluncur lebih dahulu di bulan Agustus. Sementara “The Rings of Power” baru hadir bulan September. Walau begitu, saat artikel ini ditulis, keduanya sama-sama mengantongi dua episode.

Pendekatan “House of the Dragon” dibanding “Game of Thrones” sendiri cukup berbeda di episode pertamanya. Jadi cukup menarik kayaknya membandingkannya dengan episode awal “The Rings of Power.”

Mitologi Mana Yang Lebih Akrab?

Kedua serial fantasi ini sama-sama punya mitologi yang luas dan dalam sebagai latarnya. Kalau kamu mengetahui detilnya, bisa dipastikan kamu memang geek.

Keduanya juga menghadirkan cerita yang cukup jauh dari kisah di film atau serial masing-masing yang pernah tayang. Dengan begitu, kamu mungkin tidak terlalu akrab dengan tema ceritanya.

Di sisi ini, “The Rings of Power,” walau ceritanya berlangsung jauh di jaman dulu, ada beberapa karakter yang kembali muncul. Misalnya Galadriel dan Elrond. Mungkin nanti juga ada beberapa karakter lain yang kita kenal juga hadir. Seperti Gandalf yang diduga merupakan identitas asli ‘meteor man’.

Namun, film Middle-earth terakhir yang tayang adalah “The Hobbit: The Battle of the Five Armies” di tahun 2014. Sementara episode 8 (terakhir) serial “Game of Thrones” hadir di tahun 2019.

Mengingat kepopuleran serial “Game of Thrones” dan rentang waktu tayang yang lebih pendek dengan “House of the Dragon,” kemungkinan besar penonton masih lebih segar ingatannya.

Dunia Middle-earth vs Westeros

Karena sama-sama bergenre fantasi, tentu menarik melihat bagaimana kedua tim produksi kedua serial ini menghidupkan masing-masing dunia di dalamnya.

Ketika melihat episode 1 dan 2 “The Rings of Power” kita bisa melihat kalau dana yang dikucurkan untuk produksi tidak sedikit. Ada berbagai kisah dengan ritme yang relatif sepat dengan tokoh dan lokasi yang berbeda. Termasuk juga beberapa adegan pertempuran singkat.

Di sisi lain, “House of the Dragon” sejauh ini masih belum menampilkan banyak hal. Serial ini masih berkisar di King’s Landing dengan adegan di dalam ruangan.

Mengingat pola “Game of Thrones” kemungkinan besar serial “House of the Dragon” akan mengunjungi berbagai lokasi lain seiring serial berjalan. Paling tidak, kita sudah melihat Dragonstone. Kita juga sudah melihat dua naga di serial ini.

Dalam hal ‘world-building’ harus saya akui serial “The Rings of Power” lebih punya taring daripada “House of the Dragon.” Melihat wilayah Lindon, Southland, Khazad-Dum, dan perjalanan di the Sundering Sea menuju Valinor, membuat serial ini lebih memberikan nuansa petualangan.

Alur Cerita

Dari segi latar belakang cerita, mungkin kita bisa saja asing dengan cerita yang ditampilkan. Namun seharusnya, tanpa terlalu tahu lebih dalam, serial bisa mengantar cerita dengan baik dan menarik.

“The Rings of Power” — dengan berbagai tokoh dan lokasi yang berbeda — memiliki jalan cerita yang lebih cepat dan dinamis. Kita bisa saja tidak tahu siapa tokoh di dalamnya, namun juga bisa cukup mengerti cerita yang berlangsung.

Sementara “House of the Dragon” punya ritme yang relatif lebih lambat. Suasana drama lebih kental dengan masalah antar personal dan politik (yang memang jadi topik utama).

Bisa jadi kamu yang tidak mencari tahu soal mitologi Westeros di era ini dan tidak mengikuti percakapan di adegan yang ada, tidak cukup paham dengan kejadian yang berlangsung. Apalagi jika kamu kurang terbiasa menonton drama.

emily carey milly alcock di house of the dragon

Di sisi ini, menurut saya “The Rings of Power” lebih ringan sebagai tontonan dibanding “House of the Dragon.” Sekali lagi, bukan berarti lebih bagus ya.

Bagaimana Perkembangan Selanjutnya?

Karena kedua serial ini sama-sama prekuel, jadi kita sudah tahu apa ujungnya. Misalnya apa yang terjadi dengan Sauron, Galadriel, atau Elrond, juga apa yang terjadi dengan House of Targaryen dan naga-naga mereka.

Tapi justru di situlah daya tarik keduanya. Eksplorasi dunia Middle-earth dan Westeros di masa kejayaan masing-masing.

Yah, jika boleh memberi sedikit spoiler, mungkin serial “The Rings of Power” akan tetap lebih ringan, sementara “House of the Dragon” bisa berkembang ke arah kisah yang tragis.

Toh tanpa plot yang kuat, keduanya bisa saja berkembang jadi serial yang hambar dan membosankan. Jadi memang perlu disimak lebih jauh perkembangan kedua serial ini.

Yuk, lanjut baca
Rekomendasi 7 Anime Komedi Yang Jarang Diketahui
%d blogger menyukai ini: