Ji-Soo Terkena Skandal, Drakor River When The Moon Rises Rugi Besar!

Belakangan, nama Ji Soo yang menjadi bintang utama River When The Moon Rises terkena skandal yang cukup rumit. Pada bulan Februari silam, Ji Soo dikabarkan terkait dengan kasus perundungan dan tindak pelecehan seksual, dimana hal tersebut cukup berpengaruh pada karir seorang aktor atau idol di negara Korea Selatan.

Karena kasus Ji Soo tersebut, produksi River When The Moon Rises harus melakukan beragam proses pengambilan gambar dengan aktor Na In-Woo yang telah resmi menggantikan Ji-Soo. Tentu saja ini merupakan kerugian yang besar bagi tim produksi River When The Moon Rises sendiri.

Menurut sumber, proses pengambilan gambar ulang tersebut membuat drakor River When The Moon Rises merugi. Hal ini diungkapkan langsung oleh salah satu tim produksi drama Korea ini. Menurut mereka, proses produksi sudah mencapai 95% dan siap untuk tayang jika Ji-Soo nggak terkena skandal tersebut.

Bayangkan saja, skandal tersebut mengharuskan tim produksi melakukan syuting ulang sebanyak 14 episode yang tentu saja mengeluarkan biaya lagi. Kendati begitu sikap ini direspon positif mengingat etika hiburan di Korea sangat ketat. Apalagi yang berurusan dengan bullying dan pelecehan seksual.

Meski sudah dipastikan merugi, tim produksi drama Korea River When the Moon Rises masih belum bisa dihitung atau diperkirakan, mengingat jumlahnya yang cukup banyak. Bayangkan, proses produksi awal drakor ini sampai 254 miliar rupiah. Kini, mereka harus membayar kru dan pemain yang kembali terlibat di produksi ulang.

Beban biaya yang besar tersebut membuat para pemain drama Korea River When the Moon Rises rela nggak dibayar untuk proses syuting ulangnya. Hal ini diapresiasi besar oleh tim produksi yang sedang pusing. Beberapa pemain yang rela nggak dibayar ulang antara lain Lee Ji-hoon, Wang Bit-na, Choi Yu-hwa, Ki Eun-se, Ryoo Ui-hyun, dan Kim Hee-jung.

Seperti dibahas sebelumnya, meski merugi, sikap tim produksi drama Korea, River When the Moon Rises mendapat dukungan dari para penggemar dan pecinta drakor di seluruh dunia. Seperti kita tahu bagaimanapun, memaksakan pelaku pelecehan seksual dan pelaku bullying untuk tetap tampil bukanlah sikap yang benar. Kode etik yang terus dipegang teguh ini yang membuat drama Korea bertema sejarah ini tetap memiliki reputasi.

More Stories
ray sahetapy captain america civil war
Ray Sahetapy Bercerita Tentang Penggarapan Captain America: Civil War
%d bloggers like this: