Serem Sampai Badass, Ini 10 Tokoh Film Perempuan Ikonik di Indonesia

Film adalah medium terbaik untuk bercerita. Film yang baik adalah film yang memiliki cerita yang menarik, segar dan menghibur. Selama sejarah perfilman, ada banyak cerita yang dikenang oleh banyak orang, termasuk juga tokoh-tokoh film. Hal tersebut berlaku juga di Indonesia, maka dari itu Popculture.id akan membahas tokoh film perempuan paling ikonik di Indonesia, mengingat kita masih berada dalam suasana International Women’s Day.

Nggak cuma di Hollywood saja, industri perfilman lokal juga menghasilkan banyak tokoh film perempuan paling ikonik di Indonesia. Tokoh-tokoh ini juga punya kepribadian dan aura yang berbeda. Ada yang nyeleneh, tegas, mandiri, menawan, menyeramkan bahkan badass. Buat kamu yang belum tahu atau lupa-lupa ingat, yuk simak daftar tokoh ikonik versi Popculture.id di bawah ini!

Nyai Ontosoroh (Ine Febrianti)

Pertama ada tokoh Nyai Ontosoroh yang muncul di film Bumi Manusia. Meskipun film garapan Hanung Bramantyo ini baru dirilis tahun 2019 silam, tokoh Nyai Ontosoroh sudah ada dalam bayangan dan memori masyarakat Indonesia sejak lama. Seperti kita tahu, film ini diadaptasi dari Tetralogi Buru karya sastrawan Pramoedya Ananta Toer.

Marlina (Marsha Timothy)

Tokoh Marlina dalam film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak adalah tokoh perempuan yang sangat ikonik dan membekas di benak penonton, khususnya para perempuan. Marlina yang pemberani dan kuat adalah representasi dari perempuan Indonesia yang telah lelah harus menyerah terus menerus pada dominasi laki-laki. Siapa yang masih inget Marlina bepergian sambil bawa kepala orang? Wkwk~

Arini (Della Dartyan)

Buat yang menonton film Love For Sale, pasti nggak asing dengan tokoh Arini. Tokoh perempuan dalam film tersebut amat menawan dan bisa dikatakan masuk kategori idaman para laki-laki. Semua penonton laki-laki yang menyaksikan Love For Sale akan merasakan patah hati yang sama dengan Gading Martin maupun Adipati Dolken. Karena sering menghilang tanpa bilang, Arini disebut si ratu ghosting. Wkwk~

Cinta (Dian Sastrowardoyo)

Cinta adalah salah satu tokoh perempuan yang paling ikonik di Indonesia. Tokoh ini juga yang membawa nama Dian Sastrowardoyo semakin dikenal oleh masyarakat. Lewat film Ada Apa Dengan Cinta? Tokoh Cinta yang mandiri dan keras kepala selalu bisa menarik perhatian penonton laki-laki dan perempuan. “Pecahkan saja gelasnya biar ramai!” adalah dialog paling ikonik dari tokoh Cinta.

Milea (Vanesha Prescilla)

Jika generasi 90-an punya Cinta, maka generasi Z punya Milea. Yup, tokoh anak SMA yang merupakan kekasih dari tokoh Dilan dalam film Dilan 1990 dan Dilan 1991 ini memang sangat populer di kalangan anak muda. Bahkan hampir semua anak muda di kota-kota besar tahu akan drama cinta yang dijalani Milea dan Dilan. Nggak sedikit juga orang yang pengin menjadi Milea yang dapat gombalan-gombalan Dilan. Wkwk~

Jani (Fahrani)

Radit & Jani adalah film ikonik anak muda pada zamannya. Kisah cinta Radit yang diperankan Vino G Bastian dan Jani yang diperankan Fahrani membuat banyak orang terkagum-kagum. Apalagi kehidupan mereka dalam film ini cenderung berada di arah yang negatif. Kendati begitu, nggak bisa dipungkiri bahwa tokoh Jani terus diingat oleh banyak orang atas kesetiaannya menemani Radit.

Maya dan Dini (Tara Basro dan Marissa Anita)

Nggak dipungkiri lagi duo tokoh perempuan dalam film Perempuan Tanah Jahanam, Maya dan Dini begitu ikonis. Tingkah mereka yang nyeleneh dan terkesan rebel membawa kesan dan aura tersendiri bagi penonton. Apalagi akting kedua aktris yang memerankan tokoh sangat klop dalam film garapan Joko Anwar Ini. Kalian pasti masih inget adengan Maya dan Dini ngobrol di WC sambil merokok. Wkwk~

Sherina (Sherina Munaf)

Bagi generasi 90-an, tokoh Sherina dalam film Petualangan Sherina adalah memori bahagia masa kecil. Tokoh ini juga yang membawa Sherina menjadi salah satu penyanyi dan artis papan atas di Indonesia. Jika kita menonton lagi film masa kecil tersebut, kita bakal kagum dengan kualitas akting Sherina kecil. Di umur yang masih belia ia nggak canggung untuk beranting, bernyanyi dan menari di depan kamera. Keren!

Butet Manurung (Prisia Nasution)

Butet Manurung adalah tokoh guru yang muncul dalam film tahun 2013 garapan Riri Riza, Sokola Rimba. Konok tokoh ini merupakan tokoh nyata. Butet Manurung adalah seorang arkeolog yang berinisiatif menjadi pengajar anak-anak suku Orang Rimba. Meski mendapat tentangan dari masyarakat adat setempat, Butet tetap bersikeras mengajarkan pendidikan bagi anak-anak di sana. Butet adalah contoh perempuan Indonesia yang mandiri, tangguh dan berkemauan besar. Keren!

Bu Muslimah (Cut Mini Theo)

Terakhir ada tokoh Bu Muslimah dalam film Laskar Pelangi. Kehadiran Bu Muslimah sangat berpengaruh pada tekad, pendidikan dan cita-cita para anak-anak dalam film adaptasi novel karya Andrea Hirata tersebut. Bu Muslimah adalah tokoh perempuan yang tangguh memperjuangkan pendidikan di pedalaman Belitung. Bu Muslimah adalah sosok perempuan bervisi dan bermimpi besar yang mesti ditiru oleh banyak orang, termasuk oleh para laki-laki.

Bonus: Kuntilanak (Suzanna)

Siapa sih yang nggak tahu Suzzana? Aktris kelahiran Jakarta ini disebut-sebut sebagai ratu horor Indonesia karena peran-peran menyeramkannya dalam film seperti Malam Satu Suro, Beranak Dalam Kubur, Malam Jumat Kliwon, Santet dan masih banyak lainnya. Suzanna pernah berperan menjadi banyak hantu, namun yang paling ikonik dan membuat banyak orang merinding adalah ketika ia menjadi sosok kuntilanak yang menjahili tukang sate.

Nah itu dia 10 tokoh film perempuan paling ikonik yang ada di Indonesia. Gimana menurut kalian Popins? Keren-keren kan? Industri perfilman kita nggak kalah dari negara-negara lain kok. Bahkan sekarang ada sejumlah film Indonesia yang sudah bersaing dan mulai bisa disaksikan di platform besar seperti Netflix. Akhir kata, maju terus perfilman Indonesia!

More Stories
Suka Cobra-Kai? Udah Nonton Film Tentang Karate Terbaik Ini Belum?
%d bloggers like this: