Alasan Baca Manga Eyeshield 21 Lebih Baik Dari Nonton Animenya!

Eyeshield 21 menjadi salah satu anime sport yang terkenal di seluruh dunia. Di Indonesia, banyak orang yang mengenal olahraga American Football atau bahkan mengenal anime sport lewat anime satu ini. Dulu, jarang ada yang baca manga Eyeshield 21 karena versi animenya tayang di televisi Indonesia setiap hari. Kalian pasti masih inget kan?

Karena sempat tayang saat teknologi belum berkembang seperti sekarang, nggak banyak orang yang tahu kalau sebenarnya anime ini adalah adaptasi dari versi manga. Nah Popculture.id akan mengajak kamu bernostalgia dan memberikan beberapa alasan kenapa baca manga Eyeshield 21 lebih baik daripada nonton versi animenya. Kenapa? Yuk simak alasannya di bawah ini!

Jokesnya Lebih Lucu

Buat kamu yang masih ingat, salah satu keunggulan dari anime Eyeshield 21 adalah jokes dan kelakarnya yang lucu. Ada banyak komedi yang muncul dari serial ini. Bisa muncul dari berbagai karakter-karakter yang memiliki keunikan tersendiri. Contohnya seperti Hiruma yang jahat atau persaingan The “Huh” Brothers melawan Daikichi.

Jika di versi anime, ada beberapa jokes yang tidak masuk karena beberapa alasan. Seperti jokesnya yang terlalu eksplisit atau bisa menyinggung pihak tertentu. Nah jika kamu ingin melihat kelucuan yang lebih blak-blakan dan komedi Eyeshield 21 yang sesungguhnya, membaca manganya adalah jalan terbaik.

Detil Pertandingan Lebih Lengkap

Versi anime dari Eyeshield 21 menyertakan beberapa pertandingan penting Deimon Devil Bats melawan tim-tim kuat. Namun karena alasan durasi atau jumlah episode, ada banyak adegan pertandingan yang sebenarnya penting dan tidak masuk ke versi anime.

Nah sedikit berbeda, versi manga dari Eyeshield 21 menawarkan detil pertandingan yang lebih lengkap. Baik itu pertandingan kecil maupun pertandingan besar. Kamu nggak hanya melihat bagian magis atau jurus-jurus dari karakter-karakter dalam serial ini. Lebih jauh lagi, kamu akan melihat hal-hal teknis dari olahraga American Football sendiri. Dalam versi anime, hal ini jarang mendapat pembahasan atau bahkan lewat begitu saja.

Gambar Murata Sensei yang Keren

Buat kamu yang belum tahu, Eyeshield 21 adalah serial manga yang ditulis oleh Riichiro Inagaki dan diilustrasikan oleh mangaka Yusuke Murata. Saat membaca manganya, kalian pasti akan dikejutkan dengan fakta bahwa versi animenya dikerjakan begitu kurang baik. Pasalnya, gambar dari Murata dalam anime ini sangatlah apik dan juga mendetail dari panel ke panelnya. Nggak mengherankan kalau banyak orang yang kecewa dengan versi anime dari serial American Football ini.

Buat kamu yang mungkin nggak tahu, Yusuke Murata adalah mangaka yang juga mengerjakan One Punch Man. Ya kalau kalian membaca versi manga, kalian pasti mengerti kenapa versi anime dari Eyeshield bahkan One Puch Man sangatlah kurang. Kalau kamu ingin merasakan pengalaman dan menikmati seni visual yang sesungguhnya, jauh lebih baik membaca manga Eyeshield 21 daripada menonton versi animenya.

Minim Filler

Salah satu kelemahan dari anime yang diadaptasi dari manga adalah filler. Hal ini nggak bisa dihindarkan. Bahkan beberapa anime besar seperti One Piece dan Naruto juga nggak bisa dilepaskan dari filler ini. Hal ini sebenarnya berkaitan dengan sisi bisnis dari studio itu sendiri.

Namun jika dari sudut pandang penikmat, kita akan merasa kesal jika menonton episode filler dari anime yang kita cintai. Nah untuk itu, akan lebih baik kalau kalian membaca versi manganya. Biasanya, jarang ada filler yang dimasukan oleh mangaka mengingat keterbatasan panel dan sulitnya menggambar sebuah adegan. Mangaka pasti merasa malas jika harus mengerjakan hal yang nggak berkaitan dengan fokus cerita yang sedang ia kerjakan.

Nah itu dia beberapa alasan kenapa baca manga Eyeshield 21 lebih baik dari menonton versi animenya. Gimana menurut kalian Popins? Apakah kalian lebih senang membaca manga atau menonton versi animenya? Yuk tulis pendapat kalian di kolom komentar~

More Stories
Inilah Karakter Komik Lookism Terkuat yang Punya Masa Lalu Menyedihkan
%d blogger menyukai ini: