Facebook Beri Bantahan Untuk Film Dokumenter Netflix The Social Dilemma

Perseteruan karena film kembali mencuat. Kali ini raksasa sosial media Facebook memberikan bantahan pada film dokumenter Netflix berjudul The Social Dilemma.

The Social Dilemma adalah film dokumenter garapan sutradara Jeff Orlowski. Film ini pertama kali ditayangkan di Sundance Film Festival pada bulan Januari 2020 lalu. The Social Dilemma diproduksi oleh Exposure Labs dan Agent Pictures yang kemudian di tayangkan di kanal streaming Netflix pada 9 September lalu.

Menurut pihak Facebook, film dokumenter The Social Dilemma terlalu mengedepankan sensasi daripada substasi kritik. Menurut mereka, dampak sosial media pada kehidupan masyarakat memang sudah seharusnya diperbincangkan, namun dengan cara yang benar dan adil.

Facebook menganggap Alih-alih memberikan pandangan yang berbeda pada platform media sosial, film dokumenter The Social Dilemma justru memberikan pandangan sesat terhadap perusahaanya. Film tersebut menciptakan kambing hitam untuk masalah sosial yang diderita hari ini.

Buat kamu yang belum nonton, The Social Dilemma adalah film dokumenter berdurasi 1 jam setengah yang menampilkan wawancara dengan sejumlah mantan eksekutif Facebook, Twitter, Google, dan perusahaan media sosial lain.

Nggak hanya itu film ini juga mengeksplorasi masalah-masalah yang muncul di masyarakat hari ini seperti kecanduan sosial media, kecanduan teknologi, penyebaran hoax, teori konspirasi, manipulasi pemilu sampai algoritma iklan yang merugikan privasi pengguna.

Nggak hanya berisi wawancara, film ini juga menunjukan adegan keluarga fiktif yang bertujuan menggambarkan efek negatif dari kecanduan sosial media. Lalu apa yang dikeluhkan oleh Facebook?

Perusahaan raksasa tersebut mengeluhkan bahwa pembuat film tersebut nggak berimbang menyajikan informasi. Pembuat film seharusnya menyertakan orang yang masih bekerja di perusahaan atau ahli yang memiliki pandangan berbeda dengan narasi dalam film tersebut

Menurut Facebook, film ini nggak melihat upaya yang telah dilakukan perusahaan Facebook untuk mengatasi masalah tersebut namun senang mengandalkan komentar orang-orang yang telah lama meninggalkan industri sosial media selama bertahun-tahun.

Nggak sampai disitu, Facebook juga menuduh balik Netflix terkait alogirma iklan dan konten. Facebook menilai bahwa Netflix juga menggunakan algoritma untuk memberi rekomendasi film pada pelangganya. Sebab algoritma tersebut memang umum digunakan hari ini.

BACA JUGA  Rating Usia Lebih Tinggi, Drakor "All of Us Are Dead" Lebih Sadis dari "Squid Game"

Nah buat kamu yang penasaran dengan bantahan Facebook pada film The Social Dilemma, ini lengkapnya:

  • Perusahaan membantah bahwa tim produk News Feed menerima insentif untuk membangun fitur yang membuat orang menghabiskan waktu bermain Facebook
  • Mengenai pemilu, Facebook telah mengakui kesalahannya pada tahun 2016. Namun film dokumenter tersebut nggak memperlihatkan dan mengabaikan usahanya untuk membangun pertahanan yang kuat dan menghentikan orang yang menggunakan Facebook untuk urusan pemilu.
  • Statement yang mengatakan bahwa Facebook membiarkan informasi hoax berada di platformnya salah. Sebab Facebook memiliki jaringan global dan 70 mitra pemeriksa fakta
  • Bertentangan dengan apa yang ada dalam film, Facebook memiliki kebijakan untuk melarang pemilik bisnis mengirimkan data sensitif orang-orang seperti info kesehatan atau nomor jaminan sosial
  • Perusahaan telah membuat perubahan signifikan pada pengolahan data sebagai perjanjian dengan Komisi Perdagangan Federal. Facebook juga telah membayar denda sebesar 5 milliar dollar. Mereka membuat sistem pengamanan baru, memberikan kontrol pada orang dan mempekerajakan ribuan orang untuk menjaga privasi pengguna.

Nah itu dia bantahan Facebook untuk film dokumenter Netflix The Social Dilemma. Sampai artikel ini ditulis, Netflix belum memberikan komentarnya. Gimana menurut kalian? Buat kamu yang penasaran dengan film ini langsung saja tonton di sini

%d blogger menyukai ini: