Film “Spider-Man: No Way Home” Menghadirkan Pertanyaan Besar

Spider-Man No Way Home

“Spider-Man: No Way Home” memberikan banyak kejutan menyenangkan. Namun, di samping itu, film ke-3 Spider-Man ini juga menyisakan cukup banyak pertanyaan besar. Yah, tidak berpengaruh pada keseluruhan film sih. Tapi cukup menggelitik.

AWAS! MENGANDUNG SPOILER

Jalan Cerita “Spider-Man: No Way Home”

Seperti kita ketahui, film “Spider-Man: No Way Home” berpijak pada tema multiverse. Peter Parker sudah dikenal sebagai Spider-Man dipojokkan akibat kasus Mysterio dan hal itu berimbas pada orang-orang di sekitarnya. Ia pun minta tolong pada Doctor Strange.

Namun mantra Doctor Strange mengalami gangguan. Begitulah berbagai musuh Spider-Man dari dimensi lain berdatangan. Dari film trilogi Spider-Man pertama (karya Sam Raimi) ada Doctor Octopus (Dr. Otto Octavius), Green Goblin (Norman Osborne), dan Sandman (Flint Marko). Lalu dari dua film “The Amazing Spider-Man” ada Lizard (Dr. Curtis Connors), Electro (Max Dillon).

Multiverse ini juga membawa dua Spider-Man dari film sebelumnya. Ya, ada Spider-Man Tobey Maguire (yang kemudian dipanggil Spider-Two) dan Andrew Garfield (Spider-Three). Mereka ikut membantu melawan musuh bersama itu.

Singkat cerita, Doctor Strange akhirnya merapal mantra akhir yang mengembalikan semuanya ke dunia masing-masing dan membuat semua orang melupakan Peter Parker.

Pertanyaan yang Muncul

Konflik yang ada di film ini memang lumayan kompleks. Mungkin mirip dengan berbagai pertanyaan yang muncul di film “Avengers: Endgame“. Yah, “Endgame” membawa masalah perjalanan waktu, sementara “No Way Home” membawa masalah multi-dimensi.

Paling tidak inilah beberapa pertanyaan dan masalah yang muncul dari film “Spider-Man: No Way Home.”

Bagaimana Electro bisa ikut masuk ke dimensi MCU?

Mantra awal Doctor Strange (yang diganggu Peter Parker) memiliki kondisi yang akan berpengaruh pada orang-orang yang tahu kalau Peter Parker adalah Spider-Man. Tapi tokoh Max Dillon (Electro) tidak pernah tahu kalau Peter Parker adalah si manusia laba-laba di film “The Amazing Spider-Man 2.”

Bahkan di film ini pun Max Dillon berujar kalau ia tadinya menduga kalau Spider-Man adalah orang berkulit hitam. Jadi bagaimana?

Bagaimana tangan Spider-Man bisa bergerak waktu jiwanya dikeluarkan?

Ketika Spider-Man “mencuri” kotak yang mengunci mantra, Doctor Strange mengeluarkan jiwa (tubuh astral) Peter Parker dari tubuhnya. Namun, ketika ia mau mengambil kotak itu, tangan Spider-Man tetap bisa bergerak menghindar.

Apakah gerakan itu merupakan refleks dari indera laba-labanya? Apakah itu inisiatif mesin nano? Biasanya indera Spider-Man hanya memberitahu kalau ada bahaya (dan arahnya). Sedangkan mesin nano masih berada di “tangan” Doc Ock.

Kenapa indera laba-laba Tobey Maguire tidak memberi peringatan sebelum ia ditikam?

Memang kemampuan laba-laba Spider-Man Tobey Maguire berbeda dari dua lainnya. Mereka pun sempat membahas bagaimana jaring bisa keluar dari tangan si Spider-Two tanpa alat. Tapi kalau soal indera laba-laba, secra praktis semuanya sama. Ada banyak adegan di trilogi Spider-Man karya Sam Raimi yang menunjukkan hal itu.

Tapi kenapa ketika Green Goblin mau menusuk dari belakang indera laba-laba itu tidak memperingatkannya? Apa mungkin karena sudah tua (wkwkwk).

Bagaimana sebenarnya mantra akhir Doctor Strange berlaku?

Di akhir film Doctor Strange kembali merapal mantra yang membuat semua orang melupakan keberadaan Peter Parker, karena ia adalah sumber permasalahannya. Kondisi yang lebih ketat dari mantra awal (membuat orang lupa kalau Peter Parker adalah Spider-Man).

Tapi setelah semua kembali ke dunia masing-masing, bagaimana dengan pengetahuan orang-orang yang ada tentang peristiwa yang terjadi? Seperti yang ada di film, J. Jonah Jameson membuat liputan yang menuduh Peter Parker dan Spider-Man. Apakah itu juga hilang?

Lalu bagaimana pertemanan antara MJ dan Ned? Kita tahu kalau mereka berdua menjadi sahabat dekat karena Peter Parker. Ingat, di “Spider-Man: Homecoming” Peter dan Ned belum sedekat itu dengan MJ. Bagaimana MJ dan Ned bisa bersahabat seperti yang terlihat di akhir film?

Bagaimana efek mantra Doctor Strange di dimensi lain?

Melanjutkan pertanyaan sebelumnya dari sudut pandang berbeda, bagaimana nasib kedua Peter Parker lain? Apakah orang-orang di dunia mereka juga melupakan eksistensi Peter Parker? Kalau iya, kasihan juga.

Lalu para villain berpindah ke dunia MCU sebelum momen final berlangsung di dunia mereka. Apakah ketika sudah disembuhkan mereka kembali ke momen itu? Bagaimana kesempatan kedua bisa berlaku untuk mereka?

Sementara itu, yang lebih rumit lagi, kedua Peter Parker yang hadir merupakan versi dari masa yang sudah lebih lanjut dari dibanding kondisi waktu para penjahat. Doc Ock bahkan berujar kalau Peter Parker (Tobey Maguire) sudah dewasa. Kalau para musuh itu kembali dalam kondisi disembuhkan, bagaimana pengalaman dan pengetahuan kedua Spider-Man itu?

Apakah mereka akan menemui akhir yang berbeda di dunia mereka? Mungkinkan lini waktu bercabang, seperti yang dijelaskan Sorcerer Supreme di “Endgame” dan yang ditunjukkan di serial “Loki” jika ada perubahan di waktu normal?

Bagaimana kehidupan Peter Parker sendiri?

Kita melihat di akhir film “Spider-Man: No Way Home” kalau Peter mulai menjalani kehidupannya sendiri dari awal. Namun, dari mana ia dapat uang untuk membayar kopi di kedai tempat MJ bekerja? Kalau semua orang tidak tahu Peter Parker, apa mungkin ia pulang ke rumah Bibi May atau ke rumah Hogan? Mau utang juga sama siapa? Nggak ada yang kenal, bro.

Ke mana Paman Ben versi MCU?

Kedua Peter Parker dari dimensi lain mengamini kalimat “With great power comes great responsibility” ketika Spider-Man versi Tom Holland menyampaikan ucapan Bibi May itu. Ya karena di dunia mereka, Paman Ben-lah yang mengucapkannya sebelum meninggal. Tapi apa kabar Paman Ben di versi MCU?

Padahal di film “Spider-Man: Far From Home” kita melihat Peter memakai tas dengan inisial BFP, yang bisa kita duga punya pamannya, Ben Parker. Namun ke mana sang paman itu? Bahkan, di akhir film “Spider-Man: No Way Home” ketika Peter mengunjungi makam Bibi May, kita tidak melihat makam Paman Ben (jika kita berasumsi ia juga sudah meninggal).


Itulah beberapa pertanyaan dari masalah yang ada di film “Spider-Man: No Way Home.” Seperti yang saya sebut di atas, mungkin pertanyaan ini tidak akan merubah keseruan film. Namun, tetap saja menggelitik. Nah, mungkin kamu juga punya pertanyaan lain yang muncul setelah nonton film ini. Kalau boleh tahu, apa itu?

Tinggalkan Balasan

Yuk, lanjut baca
poster film 1917
Review – Film ‘1917’ Memberi Pengalaman Visual Yang Fenomenal
%d blogger menyukai ini: