Dikritik Penonton China, Monster Hunter Hapus Adegan Rasis

milla jovovich dan tony jaa di monster hunter

Entah mitos atau bukan, dalam dunia perfilman, sebuah film yang diadaptasi dari sebuah game sering kali gagal. Hasilnya film tersebut mendapat rating jelek dan malah mendapatkan protes, kritik bahkan cacian dari para penggemar. Hari ini kiliran Monster Hunter yang terkena protes karena adegan yang dianggap rasis.

Salah satu bukti nyata daptasi game yang gagal adalah film Assasins Creed. Film tersebut mendapat banyak kritik karena terkesan ngasal. Lalu ada film yang mendapat banyak kritik dari penggemar yakni film live-action Resident Evil yang disutradarai Paul W. S. Anderson.

Seakan belum puas, Paul W. S. Anderson memberanikan diri kembali membuat film adaptasi game dari Capcom yakni Monster Hunter. Mengetahui fakta ini, banyak penggemar yang khawatir kalau nantinya film mengecewakan.

Belum cukup membuat penggemar ‘dak-dik-duk’, Monster Hunter justru menghadapi masalah yang sama sekali baru. Sebelum masuk ke masalah, sebenarnya Sony Pictures sendiri sudah menetapkan tanggal 25 Desember sebagai tanggal rilis perdana. Namun di beberapa negara film ini telah dirilis, termasuk di China alias di Tiongkok. Di Negeri Bambu tersebut film Monster Hunter sudah dirilis 4 Desember.

Baru saja dirilis masyarakat China tersinggung bahkan murka pada film Monster Hunter. Loh kok? Penonton Tiongkok sendiri marah karena film Monster Hunter menampilkan adegan yang dianggap rasis.

Adegan yang dianggap rasis tersebut tersebut adalah saat karakter yang diperankan Jin Au-Yeung berkata “look at my knees!”, lalu ada yang bertanya “what kind of kneese are these?”, dan karakter tersebut kemudian menjawab “Chi-knees!”

Pengucapan ‘chi-knees’ sendiri memang terdengar seperti ‘chinese’. Lelucon tersebut dianggap sebagai referensi untuk nyanyian bernada rasis yang terkenal yakni “Chinese, Japanese, Dirty Knees”. Akibat protes yang kelampau jauh, studio Constantine Film selaku pembuat Monster Hunter bersama Sony Pictures, menarik film tersebut dari bioskop untuk menghapus adegan rasis tersebut.

Untuk menghapus kecurigaan dan kesalahpahaman, Constantine Film pun memberikan pernyataan dan meminta maaf pada semua warga Tiongkok dan masyarakat keturunan Tiongkok di seluruh dunia.

BACA JUGA  Review Film Monster Hunter: Konsisten Jelek Sampai Ending!

“Kami dengan tulus meminta maaf kepada penonton Tiongkok untuk dialog yang ada di adegan awal Monster Hunter. Kami sama sekali tak berniat mendiskriminasi, menghina atau menyinggung siapa pun dari keturunan Tionghoa. Constantine Film telah memutuskan untuk mendengarkan kekhawatiran penonton soal adegan tersebut dan akan menarik film dan menghapus dialog yang menyebabkan kesalahpahaman ini”

Nah gimana menurut kalian Popins? Apakah tindakan Constantine Film sudah bijak? Ataukah penghapusan tersebut justru membuat para penggemar di negara lain penasaran? Terlepas dari itu, Monster Hunter sendiri memiliki banyak hal menarik dan telah dinantikan para penggemar di seluruh dunia.

Jangan sampai lupa, tanggal 25 Desember film ini akan dirilis resmi di seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: