Yuk Rayakan Hari Film Nasional Dengan Nonton 6 Film Usmar Ismail Ini~

Setiap tanggal 29 Maret, segenap penggemar, insan film dan umumnya masyarakat Indonesia merayakan Hari Film Nasional. Bicara soal hari bersejarah ini, kita nggak bisa melepaskannya dari sosok Usmar Ismail. Di Hari Film Nasional ini alangkah baik kalau kita merayakannya dengan cara nonton film Usmar Ismail.

Buat kamu yang belum tahu, Usmar Ismail adalah seorang sineas dan disebut sebagai Bapak Film Nasional. Salah satu jasanya adalah meperkenalkan film Indonesia pada pasar internasional. Nah buat kamu yang mungkin pengin tapi belum sempat nonton film Usmar Ismail, Popculture.id sudah merangkum 6 film yang bisa kamu tonton untuk mengenal sang Bapak Film Nasional. Daripada berlama-lama lagi, yuk langsung simak selengkapnya di bawah ini!

Lewat Djam Malam

Pertama ada film Usmar Ismail yang wajib kamu tonton; Lewat Djam Malam. Film yang dirilis tahun 1954 ini bercerita tentang kondisi Indonesia yang baru memproklamasikan kemerdekaannya dari penjajahan Belanda. Kala itu para tentara yang terbiasa menghadapi ancaman masih sering melakukan kegiatan jam malam di kota-kota besar. Secara singkat film ini mengeksplorasi sisi psikologis para tentara yang kebingungan setelah menang perang.

Tiga Dara

Tiga Dara adalah film karya Usmar Ismail yang sering dibuat ulang oleh sineas Indonesia. Film musikal yang dirilis pada tahun 1956 ini memang punya cerita yang unik dan mempertanyakan tatanan moral masyarakat saat itu. Nggak hanya menarik perhatian masyarakat Indonesia, Tiga Dara juga dipuji oleh komunitas internasional setelah tayang di Festival Film Venesia pada tahun 1959.

Darah dan Doa

Darah dan Doa adalah salah satu film Usmar Ismail yang paling penting. Menceritakan perjalanan panjang prajurit Indonesia kembali dari Yogyakarta ke Jawa Barat, film ini amat dramatis dan menegangkan dalam satu waktu. Oiya, tanggal produksi film Darah dan Doa inilah yang kemudian ditetapkan menjadi peringatan Hari Film Nasional yang kita kena hari ini.

Enam Djam di Djogja

Selanjutnya ada film Enam Djam di Djogja. Film ini dirilis pada tahun 1950 dan menceritakan tentang sejarah kota Yogyakarta yang diduduki oleh tantara Belanda pada tahun 1948. Film ini memperlihatkan perjuangan pasukan Indonesia menggunakan taktik gerilya sampai seorangan terang-terangan pada tahun 1949. Kendati diambil dari peristiwa nyata, kejadian dalam film Enam Djam di Djogja dibuat fiksi untuk menghindari ketersinggungan banyak orang.

Asrama Dara

Lalu ada film Asrama Dara. Film yang dibintangi aktor dan aktris legendaris seperti Fifi Young, Chitra Dewi dan Rendra Karno ini dirilis pada tahun 1958. Mengusung genre drama musikal, film Asrama Dara menyoroti masalah-masalah para remaja perempuan Indonesia yang tinggal di asrama. Dari mulai masalah ekonomi, pola pikir dan tatanan moral yang mengikat para perempuan pada masa itu.

Ananda

Terakhir ada Ananda. Film ini kami masukan mengingat ini jadi film terakhir Usmar Ismail sebelum beliau meninggal pada tahun 1971. Pertama kali dirilis tahun 1970, film ini berkisah soal kehidupan perempuan bernama Irma Ananda yang rumit. Ia harus berjualan pisang goreng setelah ibunya meninggal, selalu ditindas ibu tirinya dan dikhianati oleh kekasinya sendiri.

Nah itu dia beberapa rekomendasi film karya Bapak Film Indonesia, Usmar Ismail. Sebenarnya masih banyak film Usmar Ismail lain yang nggak bisa disebutkan seperti Delapan Pendjuru Angin, Pedjuang, Kafedo, Krisis dan masih banyak yang lainnya.

Gimana menurut kalian Popins? Apakah kalian tertarik untuk menonton salah satu film di atas? Atau kalian punya rekomendasi film Usmar Ismail lainnya? Yuk tulis di kolom komentar. Akhir kata, maju terus film-film Indonesia!

Yuk, lanjut baca
Selain Arsene Lupin, Berikut 8 Pencuri Genius Dalam Film dan Anime
%d blogger menyukai ini: