Review Film Army of The Thieves (2021): Medioker Tapi Gak Bikin Bosan!

Army of The Dead garapan Zack Snyder sempat menjadi bahan perbincangan para penggemar kultur pop di media sosial. Dalam film tersebut Zack mencoba menyuguhkan film aksi zombie yang berbeda. Siapa sangka, semesta film tersebut berkembang. Setelah review film pertamanya, kini Popculture.id berkesempatan untuk nonton film spin-off Army of The Thieves yang rilis di tahun 2021.

Army of The Thieves adalah film yang disutradarai sekaligus dibintangi oleh Matthias Schweighöfer. Ia kembali memerankan tokoh Ludwig Dieter yang merupakan ahli pembobol brangkas. Secara singkat, film ini mengisahkan masa lalu tokoh Ludwig dan bagaimana ia bisa pergi ke Amerika Serikat dan bergabung dengan para tentara kematian untuk membobol brangkas legendaris Götterdämmerung di Las Vegas yand dipenuhi zombie. Apakah Army of The Thieves layak kita saksikan? Apakah filmnya bagus? Yuk simak review film Army of The Thieves versi Popculture.id!

Cerita Perampokan yang Medioker Tapi Cukup Menarik

Saat perilisan film Army of The Dead, banyak penonton dan kritikus yang memberikan nilai kurang baik. Menurut para kritikus, film garapan Zack Snyder tersebut terlalu panjang dan membosankan. Satu-satunya hal yang menarik adalah semesta zombie dan kemunculan beragam zombie-zombie unik yang belum pernah kamu lihat sebelumnya dalam film zombie manapun.

Berbeda dengan film pendahulunya, kali ini Army of The Thieves menghadirkan cerita yang jauh lebih masuk akal dan sangat menarik. Sebagai film spin-off, tentu saja masih  ada unsur zombie dalam film ini meski hanya sedikit. Film ini lebih menyoroti kehidupan tokoh Ludwig Dieter alias Sebastian yang merupakan seorang pembobol brangkas dengan kemampuan yang sangat luar biasa hebat. Dalam film ini, Ludwig bergabung dengan sebuah tim perampok Internasional dan berencana untuk membobol 3 brangkas legendaris buatan Hans Wagner.

Dalam proses pembobolan brangkas legendaris dan ketat tersebut, tentu ada banyak kejadian yang sangat seru. Dari mulai drama cinta, komedi dan juga penggambaran bagaimana kehidupan seorang pembobol brangkas. Dengan durasi kurang lebih dua jam, film ini secara padat memberikan kisah perampok yang sangat seru, menegangkan, lucu dan romantis. Film ini jauh dari kata membosankan karena ceritanya yang memang menarik.

Detil Visual, Properti dan Kostumnya Sangat Total

Selain ceritanya yang sangat menarik karena membahas perampokan yang mustahil, visual dalam film ini juga sangat mendukung. Sinematografi dan detil-detil pengambilan gambarnya terasa begitu mengalir dan enak untuk kita ikuti. Editing dan pewarnaannya juga sangat sesuai dengan mood adegan yang ingin dibangun film ini sendiri. Selain itu, kostum serta riasan dalam film ini begitu total apalagi untuk tokoh Gwendoline yang diperankan Nathalie Emmanuel.

Namun dari semua yang telah kita sebut di atas, hal yang paling menonjol dari film Army of The Thieves adalah penggambaran detil brangkas saat proses pembobolan terjadi. Mekanisme kunci di dalam brangkas bisa kita lihat secara mendetil. Saat tokoh utamanya Sebastian mencoba membobol brangkas, rasanya kita bisa ikut merasakan bagaimana brangkas tersebut bekerja. Detil ini juga tambah menarik dengan cerita dan sejarah dari masing-masing brangkas. Pokoknya tiga brangkas ini jadi nilai plus sendiri deh. Apalagi desain bentuk brangkasnya beda-beda dan punya keunikan tersendiri.

Latar Belakang Tokoh Kurang Eksploratif

Terakhir, kita akan membahas kekurangan dalam film ini. Sebenarnya film ini akan sangat bagus kalau saja pembangunan karakter dan latar belakang 5 orang perampok dalam “Army of the Thieves” lebih eksploratif. Jadi dalam film ini Ludwig bukan satu-satunya orang yang andil dalam melakukan perampokan tersebut. Ludwig adalah tokoh utama yang bertugas dan punya kemampuan membobol brangkas. Lalu ada tokoh Gwendoline yang merupakan ahli perencanaan, penyamaran dan pencurian langsung (pickpocketing). Kemudian tokoh Rolph sang ahli berkendara mobil, Brad Cage yang merupakan ahli bertarung dan terakhir Korina sang hacker legendaris.

Sebenarnya 5 tokoh ini bisa mendapatkan ceritanya masing-masing dengan cukup. Namun entah mengapa sang sutradara atau penulis naskah ini hanya berfokus pada cerita tokoh Ludwig saja. Meskipun ada latar belakang untuk tokoh lain tapi sangat minim. Kalau saja pembangunan karakter ini maksimal, mungkin “Army of The Thieves” mampu menjadi film perampokan terbaik dan berbeda dengan film sejenisnya.

Nah itu dia review film Army of The Thieves versi Popculture.id. Gimana menurut kalian Popins? Apakah kalian tertarik untuk menyaksikan film dari semesta “Army of The Dead”-nya Zack Snyder ini? Kalau penasaran, kalian bisa langsung menontonnya di Netflix ya!

Army of The Thieves
Ringkasan
Army of The Thieves menjadi film spin-off yang jauh lebih baik dari film Army of The Dead. Kisah pembobolann 3 brangkas legendaris oleh lima orang perampok professional jadi sesuatu yang menarik, menegangkan, dramatis dan juga lucu dalam satu waktu
8
Keren!
Nonton
More Stories
X-Men: Dark Phoenix
%d blogger menyukai ini: