Review Film Black Widow: Tribut yang Serba Nanggung

Setelah mendapat pengunduran selama satu tahun, para penggemar Marvel akhirnya kini sudah bisa menyaksikan film terbaru Black Widow. Sebelum tayang pertama kali di Disney+ dan Bioskop, banyak kritikus yang menulis review film Black Widow. Dalam beberapa ulasan, nggak sedikit orang yang menyanjung film yang dibintangi Scarlett Johansson ini.

Buat kamu yang mungkin belum tahu, Black Widow adalah film yang digarap oleh sutradara Cate Shortland. Sama seperti judulnya, film ini khusus dibuat dan menceritakan sosok Natasha Romanoff alias Black Widow. Seperti kita tahu, di fase ketiga kita masih belum tahu tentang masa lalu sang Avengers yang misterus. Lewat film ini, terbukalah semua masa lalu, cerita di balik keahlian sang agen rahasia dan hubungan unik yang ia miliki dengan sejumlah superhero dan agen rahasia seperti Yelena Belova, Alexei alias Red Guardian dan Melina. Dalam film ini, keluarga tersebut mencoba untuk menghancurkan program Red Room yang telah menyiksa banyak perempuan di seluruh dunia.

Adegan Aksi yang Kurang Konsisten

Black Widow adalah karakter Marvel yang cukup ikonik. Ia adalah sosok Avengers yang cukup underrated. Nggak seperti tim Avengers lain yang punya kekuatan super atau alat-alat canggih, Natahsha hanya mengandalkan kemampuan bertarung jarak dekat dan kemampuannya untuk menggunakan segaja senjata api. Dari sana, kita bisa tahu kalau film Black Widow akan menjadi satu film aksi yang penuh laga dan juga ledakan!

Buat kamu yang mungkin lupa, film Black Widow menceritakan persitiwa pelarian Natasha Romanoff sebelum Infinity War dan setelah Civil War terjadi. Dalam pelarian tersebut, Natasha pergi kembali ke keluarga masa kecilnya yang sama sepertinya. Black Widow dan keluarganya akhirnya berkumpul dan kembali bersatu demi mencari makna dari keluarga. Hal ini kemudian mereka sadari setelah berhasil meledakan Red Room, program yang telah menyiksa keluarga tersebut selama berpuluh-puluh tahun.

Kembali lagi, untuk sekelas film aksi, Black Widow terasa sangat nanggung. Film ini memang mempunya vibes MCU klasik namun dengan eksekusi yang sangat buruk. Plot cerita, dialog dan interaksi antar aktornya kurang greget. Adegan aksi yang jadi suguhan utama film ini kurang konsisten. Di satu sisi, kita bisa melihat beragam adegan aksi yang keren dan menarik. Di sisi lain adegan aksinya hanya melengkapi dan dibuat secara asal-asalan. Padahal adegan tersebut bisa maksimal dan menambah nilai untuk film Black Widow sendiri.

Villain yang Dirusak

Selain Red Guardian, Yelena Belova dan Natasha Romanoff sendiri, para penggemar Marvel begitu tertarik pada film ini karena hadirnya sosok Taskmaster. Seperti kita tahu, Taskmaster adalah musuh alami dan bebuyutan dari sosok Black Widow. Kemampuannya meniru segala gerakan dan kehebatannya di medan pertempuran berpotensi menghadirkan kesulitan tersendiri bagi sang superhero.

Sayangnya, trailer misterius yang memperlihatkan sedikit sosok Taskmaster nggak sesuai ekspektasi. Kemunculannya nggak berkesan dan cenderung sia-sia. Kita sedikit terhibur dengan beberapa bagian aksi Taskmaster, namun entah mengapa kehadirannya nggak terasa terlalu mengancam. Salah satu villain terbaik di semesta Marvel ini harus dirusak di layar lebar.

Hal ini semakin diperkuat dengan adanya perbedaan sosok Taskmaster. Dalam film Black Widow, Taskmaster adalah seorang perempuan, anak dary Dreykov. Bukan bersikap seksis, hanya saja, hal ini terlalu dipaksakan. MCU yang berniat membuat twist lewat sosok villain, justru malah gagal. Face reveal dari sosok Taskmaster begitu cringe dan membuat para penonton terkejut.

Tribute Minus Untuk Black Widow

Seperti kita tahu, sosok Natasha Romanoff alias Black Widow telah dinyatakan mati dalam upaya pengambilan soul stone. Saat itu terjadi, banyak orang yang merasa kehilangan sosoknya tersebut. Karena hal tersebut, MCU akhirnya membuat sebuah tribut sekaligus menjelaskan asal usul dan misteri masa lalu dari sang agen rahasia.

Yup, pada dasarnya Black Widow adalah film tribut untuk para penggemar Black Widow sendiri. Sayang, film ini justru hancur-hancuran. Banyak penggemar yang merasa kecewa pada MCU yang memperlakukan sang karakter dengan kurang baik. Memberikan plot cerita yang lemah dan visual yang kurang baik. Banyak orang yang juga mempermasalahkan teknik editing dan efek dalam film ini.

Akhir kata, film Black Widow terasa kurang bagus bahkan dari serial The Falcon and the Winter Soldier dan serial baru Loki. Meski begitu, film ini masih layak untuk disaksikan sebagai bentuk hiburan saja. Jokes yang menghibur, adegan-adegan aksi yang mendebarkan dan kehangatan keluarga dieksekusi dengan cukup baik dan setidaknya memberikan sedikit kesan pada mereka yang sudah menantikan film ini.

Nah itu dia review film Black Widow. Gimana menurut kalian Popins? Apakah kalian sudah nonton film ini? Kalau belum, jangan lupa untuk nonton film ini di bioskop atau di kanal streaming resmi Disney+ ya!

Black Widow
Ringkasan
Black Widow menjadi tribut sosok Natahsa Romanoff yang kurang baik. Dari mulai plot, adegan aksi dan kehadiran sosok villain terasa kurang berkesan dan serba nanggung
6
Kurang Greget!
Nonton
More Stories
Teaser Deadpool 2 Ngajak Kita Belajar Melukis
%d bloggers like this: