Review Film Story of Dinda: Sayang, Masih Pakai Cara yang Lama

Buat kalian yang sedang mencari film Indonesia bernuansa romantis, Bioskop Online kini sedang menayangkan film dari semesta Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini berjudul Story of Dinda. Film ini baru saja rilis Jumat, 29 Oktober 2021 kemarin. Kali ini, Popculture.id akan mencoba menulis review film Story of Dinda.

Film terbaru Story of Dinda ini sendiri punya durasi 1 jam. Lebih pendek dari film sebelumnya. Film ini disutradarai oleh Ginanti Rona Tembang Asri dengan membawa sejumlah aktor ternama lain seperti Ardhito Pramono sebagai Kale dan juga Abimana Aryasatya yang berperan sebagai karakter baru bernama Pram. Nah buat kamu yang belum nonton, kali ini Popculture.id akan menulis ulasan terkait film ini. Apakah Story of Dinda layak untuk disaksikan? Daripada pensaran, yuk langsung aja simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Cerita yang Masih Sama Dengan Film Sebelumnya

Kita akan mulai dari judul yakni Story of Dinda: Second Chance of Hapiness. Dari judul saja kita sudah bisa menebak kalau film ini sepenuhnya bercerita tentang kehidupan cinta Dinda. Sebenarnya sebelum menonton film ini alangkah lebih baik kita menonton dulu dua film sebelumnya, NKCTHI dan juga Story of Kale. Namun, kalau kamu belum nonton dua film tersebut, sebenarnya nggak apa-apa langsung menonton film ini.

Ada alasan tersendiri kenapa kamu harus menonton dua film yang sudah disebutkan sebelumnya. Hal ini berkaitan dengan plot dan sudut pandang dalam film ini. Secara singkat, film ini sebenarnya berkisah tentang perspektif Dinda terkait kisah cintanya dengan Kale dalam film sebelumnya. Jadi kita secara terpisah melihat alasan di balik keputusan Dinda untuk mengakhiri hubungannya dengan Kale.

Menariknya, plot ini cukup ditulis dengan rapi. Film ini sama menggunakan alur maju mundur yang sebenarnya sangat mudah untuk kita cerna. Sayang, film ini nggak menawarkan sesuatu hal yang baru. Ia masih berkisah tentang cinta dan masalah-masalah soal toxic relationship yang sebenarnya sudah tuntas di film pertama. Jadi menonton film ini seperti hanya melihat sisi lain dari cerita yang sama. Beruntung durasinya hanya satu jam jadi nggak terlalu membosankan untuk kita tonton. Sedikit kritik, seharusnya sutradara atau penulis film ini bisa menghadirkan konflik baru agar filmnya jauh lebih segar.

Kemunculan Tokoh Pram Cukup Berikan Warna Baru

Meski ceritanya kurang kuat dan ada beberapa plot hole dalam ceritanya, kemunculan tokoh Pram yang diperankan oleh Abimana Aryasetya sangatlah menarik. Tokoh tersebut datang membawa sedikit angin segar dengan pembawaan, karakter dan kisah hidupnya yang 180 derajat berbeda dengan tokoh Dinda meski saling beririsan mengenai cinta.

Fakta bahwa karakter baru ini mengubah Dinda, memberikan warna dan keberanian pada tokoh Dinda yang sebenarnya labil dan penakut sangatlah baik. Kita jadi melihat transformasi sosok Dinda sampai-sampai ia berani untuk memutuskan mengakhiri hubungannya dengan Kale. Lebih baiknya lagi, karakter Pram ini berkesan bagi penonton. Ya setidaknya, tokoh Pram ini bukan sekadar tokoh sampingan yang hanya ngelewat saja. Kemungkinan besar tokoh Pram bisa dieksplorasi lebih jauh untuk mengembangkan semesta NKCTHI di masa depan. Yup, bisa jadi kita akan melihat Story of Pram di masa depan. Wkwk.

Visua dan Akting yang Sangat Baik

Ada dua hal yang sebenarnya perlu kita apresiasi dari film Story of Dinda: Second Chance of Hapiness. Pertama adalah masalah teknis visual yang sangat memukau. Secara sinematografi, film ini cukup rapi dan memberikan pemandangan yang nyaman untuk mata kita. Warna filmnya juga dibuat dan disesuaikan dengan mood adegan. Beragamnya latar dengan shoot-shoot still semakin membuat penonton bisa merasakan emosi yang mendalam.

Semua penggambaran mood lewat visual tentu nggak akan bisa berhasil tanpa kualitas akting dari Aurelie Moeremans dan juga Abimana Aryasatya. Kedua aktor ini sangat profesional bahkan aktingnya sangat-sangat bagus. Dialognya nggak terlalu cheesy meski kadang ada beberapa repetisi yang cukup menjengkelkan. Secara keseluruhan, akting Aurelie dan Abimana sangatlah bagus. Keduanya bisa bersatu dan saling mengisi satu sama lain. Mengalir natural seperti mereka benar-benar punya hubungan tersebut di dunia nyata.

Nah itu dia review film Story of Dinda dari Popculture.id. Gimana menurut kalian Popins? Buat kalian yang pensaran ingin nonton film ini, kamu bisa langsung meluncur ke situs Bioskop Online ya!

Story of Dinda: Second Chance of Hapiness
Ringkasan
Film Story of Dinda: Second Chance of Hapiness nggak menawarkan cerita yang baru dan segar. Namun, hal tersebut cukup ditutup dengan visual dan akting Aurelie dan Abimana yang sangat baik.
6.3
Lumayan
Yuk, lanjut baca
Rencana Besar 2022, Paramount+ Akan Rilis Film Orisinal Setiap Minggu
%d blogger menyukai ini: