Samurai Champloo dan Hal Yang Membuatnya Mengagumkan

Kalau kamu bertanya apa serial anime seru yang berbeda dari biasanya, saya akan menjawab dengan Samurai Champloo sebagai salah satunya.

Shinichiro Watanabe. Nama itu pertama saya lihat kala menonton serial anime legendaris  Cowboy Bebop. Sedikit bercerita, mungkin jika saya memiliki webcam, ekspresi wajah saya akan terlihat terkagum-kagum saat menonton anime tersebut. Tak pernah saya memiliki pikiran sedikit pun bagaimana jeniusnya orang yang berada di balik penggarapan Cowboy Bebop. Plot yang sederhana digabungkan dengan filsafat, kultur populer, kemudian menghasilkan prediksi-prediksi masa depan yang membuat saya geleng-geleng kepala.

Saya mulai mengetik nama Shinichiro Watanabe di kotak pencarian Google dan dipertemukanlah saya dengan anime lain garapan Watanabe berjudul Samurai Champloo. Saya benar-benar menikmati anime ini. Sebab kala itu saya sedang tergila-gila pada film-film berlatar samurai setelah menonton film Seven Samurai karya Akira Kurosawa.

Sebenarnya anime ini telah masuk dalam daftar tontonan saya jauh-jauh hari sebelum saya menonton Seven Samurai. Pertama kali saya tahu tentang Samurai Champloo tentu ketika saya  membaca artikel-artikel tentang Nujabes, produser beat hip-hop yang mengisi seluruh soundtrack dalam anime ini.

Plot Cerita Bikin Penasaran

Plot seri anime ini sebenarnya benar-benar sederhana. Ciri khas Watanabe adalah cerita tentang perjalanan setiap tokoh utama dalam cerita. Dalam Cowboy Bebop, cerita berfokus pada sekelompok bounty hunter lintas galaksi, dan dalam Samurai Champloo, Watanabe mengisahkan perjalanan dua orang samurai dan seorang perempuan.

adegan anime samurai champloo

Latar Samurai Champloo berkisah saat Jepang masih dalam bentuk kekaisaran, dimana para samurai masih eksis dan memiliki pengaruh kuat. Cerita Samurai Champloo berfokus terhadap tiga tokoh utama, yakni Mugen, Jin dan Fuu yang melakukan perjalanan mengitari Jepang.

Tokoh-Tokohnya Unik

Bicara tentang tokoh, sebenarnya karakter samurai yang otentik hanya direpresentasikan oleh Jin. Hal ini diungkapkan dalam episode yang menceritakan tentang masa lalunya dimana ia mengikuti latihan bela diri dan tinggal di dalam dojo untuk menimba ilmu sebagai seorang samurai. Hal ini juga dapat dilihat dari gaya bertarung Jin setiap ia menumpas musuh-musuhnya.

jin dan mugen

Sementara tokoh Mugen, meskipun ia bertarung menggunakan pedang dan belati, ia lebih mirip berandalan dan bandit kampung. Watak jalanan, selera humor dan kebodohannya yang dilengkapi dengan skill berpedang yang unik, membuat karakter Mugen lebih unggul dari karakter Jin yang dingin dan serius. Watanabe juga seperti memberi panggung lebih pada Mugen dimana Mugen memiliki gaya bertarung yang tak terpikirkan banyak orang. Gaya bertarungnya adalah pengabungan antara teknik berpedang dan koreo break dance 90-an yang biasa menghiasi konser-konser hip-hop di Amerika.

Paduan Kultur di Anime Samurai Champloo

Agar tidak terdengar membingungkan, perlu dijelaskan bahwa Samurai Champloo memiliki beberapa kekuatan yang mencolok yang menjadi ciri khas. Pertama adalah masalah pemilihan musik.

Jika serial-serial samurai lain lebih memilih musik tradisional dan orkestra untuk membangun suasana, Samurai Champloo malah membungkus suasana dengan beat hip-hop dan Jazz. Saat pertama kali mendengar lagu pembuka, saya benar-benar gregetan. Masalahnya, lagu yang disuguhkan adalah lagu rap dengan flow yang asik, lirik yang padat sarat makna dengan sentuhan break beat yang terdengar bersinergi.

fuu samurai champloo

Yang kedua, Watanabe sukses mencampurkan budaya tradisional Jepang seperti festival, pakaian-pakaian adat, musik tradisional dan ajaran agama Shinto dengan budaya-budaya barat seperti pop art, rap, beatbox, disc jockey, graffiti, baseball serta menyinggung kisah masuknya agama Kristen ke negeri sakura yang menjadi cerita utama dalam serial ini.

Terakhir, meski terkesan menabrak-nabrakan budaya dan referensi, cerita seri anime ini tidak menghilangkan ciri khas anime-anime action. Apalagi, ciri khas Watanabe adalah menyuguhkan cerita berbeda di setiap episodenya yang sebenarnya memungkinkan untuk ditonton secara acak. Maka tak heran dalam 26 episode Samurai Champloo tidak semua episode memiliki kualitas cerita yang sama.

Secara keseluruhan, Samurai Champloo menjadi anime yang pantas dan mesti ditonton oleh setiap orang yang mengaku dirinya pecinta anime. Sedikit tips saat menonton serial ini, persiapkan catatan untuk menuliskan beberapa hal penting yang akan menarik untuk digali dan dikritisi. Sebab sepertinya, anime ini hadir untuk membangun dialektika penontonnya.

Latest Reviews

More Stories
Gameplay Terbaru dari ‘Assassin’s Creed Odyssey’ yang Keren Abis
%d blogger menyukai ini: