Trailer Dirilis, Film “Tom And Jerry” Tampak Meyakinkan

Warner Bros berencana menghidupkan kembali sahabat masa kecil kita, Tom and Jerry. Sepasang kucing dan tikus yang sering bertengkar. Mereka akan mengamuk di sebuah hotel. Warner Bros telah menggoda para penggemar sejati lewat trailer film Tom And Jerry terbaru.

Nggak seperti film dan serialnya, trailer film Tom And Jerry memperlihatkan kita tampilan tokoh masa kecil dengan gaya yang berbeda. Mereka menggunakan animasi 3D yang akan berinteraksi dengan aktor-aktor live-action. Seperti film Who Framed Roger Rabbit.

Tom And Jerry akan kembali lagi. Dalam trailer kita bisa melihat duo sahabat sekaligus musuh ini membuat keonaran bersama dengan para aktor di sebuah hotel. Sekiranya kita nggak perlu memperkenalkan lagi Tom and Jerry, semua orang tahu dua ikon masa kecil ini.

Tom And Jerry adalah kartun yang terkenal membawakan jokes slapstick yang kental sejak 1940-an. Bahkan serial ini sangat berbeda dengan Looney Tunes. Tom and Jerry jauh lebih terkenal di dunia internasional karena komedi tanpa kata. Buktinya kita melihat banyak sosok mereka di berbagai tempat. Layar lebar, serial televisi sampai video game.

Film baru ini akan dirilis pada 5 Maret 2021 dan jadi film feature panjang kedua bagi Tom and Jerry. Awalnya film ini akan dirilis pada 23 Desember tahun ini, namun mendapat pengunduran karena pandemi Covid-19. Secara singkat film ini bercerita tentang pertemuan kembali Tom and Jerry setelah terpisahkan di sebuah hotel.

Dalam trailer-nya kita bisa melihat komedi khas Tom and Jerry, pukulan, kejar-kejaran, ekspresi dan segala yang kita ingat di masa kecil. Keren abis!~

Warner Bros sendiri sudah sejak lama ingin membuat film Tom and Jerry versi live-action. Bahkan sejak Alvin and The Chipmunk berhasil di tahun 2009. Ditambah kini banyak film yang menggunakan konsep serupa seperti Detective Pikachu dan Sonic The Hedgedog.

Studio menjanjikan bahwa film baru ini akan memberikan pengalaman baru bagi para penonton. Tentu saja dengan gaya animasi yang baru dan cerita yang segar. Film ini juga nggak meninggalkan ciri khas komedi dan pelanggaran hukum fisika yang menjadi ciri khas dalam versi 2D-nya.

Pernyataan tersebut sulit dipercaya sekaligus sulit dibantah. Kita nggak bisa menilai film dari trailernya saja. Namun jika dilihat karakter yang dibuat versi 3D cukup baik dan dapat dikenali. Minimal nggak seperti karakter Sonic di versi pertamanya.

Gambaran lain seperti gajah dan merpati mendapat sentuhan yang sama. Seperti sudah dibalas sebelumnya, kita nggak bisa cepat menilai sebab trailer memang digunakan studio untuk menggoda calon penonton.

banner cybersport

Latest Reviews

More Stories
Netflix Rilis The Last Dance, Seri Dokumenter Michael Jordan
%d blogger menyukai ini: