Disney Berencana Bangkitkan Bambi Sebagai Film “Live Action”

bambi 1942

Film The Jungle Book (2015) dan The Lion King (2019) mendapat respon yang positif dari para penggemar. Karena kesuksesan tersebut Disney berencana untuk membangkitkan kembali Bambi. Namun kali ini Bambi akan berkeliaran di hutan fotorealistik dan berinteraksi dengan hewan yang dibawa ke bioskop sebagai versi “live action”.

Disney memang sedang gencar membuat versi “live action” dari berbagai film kartun legendarisnya. Proses remake ini tidak hanya film “princess” seperti Beauty and the Beast, Aladdin, dan Mulan yang akan datang. Tapi juga untuk film animasi hewan yang lebih sulit diwujudkan.

Kali ini Disney memutuskan Bambi yang akan mendapat giliran. Film animasi yang pertama kali diluncurkan tahun 1942 ini akan mendapat versi “live action“. Bambi akan mendapat perombakan ala abad 21. Bagi yang belum tau, Bambi bercerita tentang petualangan seekor anak rusa yang mencoba menemukan jalannya di dunia yang keras.

Tim yang akan menggarap film ini antara lain Cris Weitz, Paul Weitz dan Andrew Miano yang akan bekerja di bawah rumah produksi Depth of Field. Geneva Robertson-Drowet, penulis naskah Captain Marvel, dan Lindsey Beer dikabarkan siap menulis naskah Bambi. Cerita ini tetap mengetengahkan seekor rusa bernama Bambi, kelinci bernama Thumper dan sigung bernama Flower.

adegan film bambi tahun 1942

Studio Depth of Field disebut juga akan menggarap kembali Pinokio, kisah boneka kayu yang menjadi anak lelaki dengan bantuan seorang peri. Proyek tersebut akan sama seperti Aladdin karya Guy Richie, yang digarap dengan format “live action” dengan latar dunia nyata yang berinteraksi dengan karakter yang diciptakan secara digital.

Kreasi hasil teknologi mutakhir yang dilakukan Disney membuat para pengamat film jengkel. Disney “hanya” melakukan perubahan visual tanpa mengubah format cerita-cerita mereka. Lalu, film-film fotorealistik ini tidak dapat dikatakan film “live action” saat segala sesuatu di layar dibuat secara digital.

Perdebatan dari kritikus kelihatannya akan terus berlangsung. Bagaimanapun Jon Favreau sudah berhasil membuat ulang film kartun menjadi “nyata” secara fenomenal. Dari segi keuntungan, The Lion King karya Jon Favreau membawa 1,66 milliar Dollar dari box office secara global. Bahkan, sebelum itu, pada tahun 2016 Disney telah meraup 996 juta Dollar dari film The Jungle Book (juga karya Jon favreau) dari pemutaran box office di seluruh dunia.

%d blogger menyukai ini: