Film Animasi Nussa Dituduh Promosikan Taliban, Ini Kata Sang Sutradara

Media sosial Twitter belakangan ramai membicarakan dunia perfilman Tanah Air. Pasalnya, sala satu pengguna Twitter bernama Eko menyebut bahwa film animasi garapan Angga Sasongko, Nussa dianggap mempromosikan ideologi Taliban dan nggak merepresentasikan gambaran anak-anak Indonesia.

Sutradara sekaligus produser film Nussa, Angga Sasongko akhirnya membalas tudingan Taliban pada filmnya. Wajar saja, pasalnya film tersebut dianggap mengajarkan anak-anak soal radikalisme agama.

https://twitter.com/eko_kuntadhi/status/1406123279748767748

Membalas cuitan tersebut, Angga Sasongko menyebut bahwa Eko hanyalah orang yang mencari uang dengan menggoreng isu identitas dan polarisasi. Angga sendiri nggak ingin membuang waktu untuk meladeni cuitan dan tudingan dari Eko tersebut.

“Ah b*c*t. Bukti enggak ada, diajak nonton enggak berani datang. Tapi ya sudah, saya enggak mau menghambat penghasilan Anda dengan menggoreng-goreng isu identitas dan polarisasi. Monggo dilanjut sampai kapalan,” cuit Angga

Diketahui juga bahwa Angga telah mencoba untuk mengundang Eko untuk menonton film dan mendiskusikannya. Namun Eko menolak ajakan tersebut dengan alasan-alasan lain yang sama-sama bernuansa politik identitas. “Saya orang yang terbuka dan respect dengan sikap berseberangan, saling tidak sepakat dan berbeda pendapat. Itu indahnya demokrasi,” cuit Angga lebih jauh.

Angga Sasongko Paham Risiko Membuat Karya

Selain membalas tudingan Eko, Angga juga berpendapat soal dirinya yang paham atas risiko membuat sebuah karya. Sang sutradara film dari Visinema ini berpendapat bahwa film merupakan ide yang memungkinkan untuk dikritik dan dikomentari.

Kritik dan komentar dari publik tentu saja sudah menjadi risiko bagi mereka yang membuat karya jenis apapun. Mau itu musik ataupun film. Angga akan menerima segala kritik dan komentar dari siapapun jika orang tersebut memang telah menonton dan menikmati karyanya. Hal tersebutlah yang membuat Angga merasa malas meladeni Eko yang menuding film tanpa bukti atau tanpa pernah menonton karyanya terlebih dahulu.

Nah gimana menurut kalian Popins? Apakah film Nussa emang punya niat untuk mengajarkan radikalisme? Ya menurut Popculture.id, film Nussa adalah sebuah karya yang harus dinikmati dan dikritisi. Tentunya, kita harus menontonnya terlebih dahulu. Iya kan?

%d blogger menyukai ini: