(Review) Marriage Story: Refleksi Problem Sosial

marriage story

Marriage Story adalah film yang membuktikan bahwa kualitas skoring dan teknik pengambilan gambar adalah hal yang penting bagi sebuah film. Noah Baumbach membuktikan bahwa film yang mengeluarkan budget minim dapat menembus nominasi Oscar. Tak sedikit pujian yang didapatkan film Marriage Story di berbagai review para pecinta sinema.

Meski sudah terlambat, rasanya meluangkan waktu untuk mengulas film Marriage Story cukup layak dilakukan. Pasalnya kita sering diperlihatkan film-film yang kompleks secara teknis dan jarang melihat film dengan bungkusan sederhana seperti ini.

Pernikahan Bukan Soal Cinta Saja

Marriage Story bercerita tentang kehidupan bahagia keluarga kecil di kota New York. Film ini berfokus pada dua karakter utama Charlie (Adam Driver) dan Nicole (Scarlett Johansson). Charlie dan Nicole adalah sepasang suami istri yang memiliki satu orang anak. Hidup mereka cukup bahagia sebelum akhirnya muncul permasalahan.

Nicole adalah seorang aktris yang pernah sukses berperan di sebuah film dan sedang meniti karir di Hollywood. Sedangkan Charlie adalah seorang sutradara drama teater avant-garde yang bekerja di New York. Nicole yang memiliki segudang potensi menjadi aktris harus mengalah karena cintanya. Ia lalu ikut dengan Charlie bermain teater di New York.

Di adegan awal film, kita diperlihatkan nuansa kebahagiaan. Terlihat Nicole dan Charlie saling menceritakan satu sama lainnya. Pengambaran situasi keluarga bahagia sangat kental. Namun ternyata, cerita tersebut berasal dari sebuah surat yang mengantarkan mereka menuju gerbang perceraian.

Marriage Story seperti ingin mengatakan bahwa pernikahan bukanlah soal cinta belaka. Terdapat banyak hal yang harus dipikirkan matang-matang. Hal yang paling dekat adalah kesenangan masing-masing dalam pernikahan, dan konflik ini adalah cerita utama dari Marriage Story.

Refleksi Problem Sosial

Tak sedikit film yang menceritakan kehidupan pernikahan dan perceraian. Yang menakjubkan dari film ini adalah porsi dan efektivitas makna yang ditunjukan. Tak banyak elemen semiotik yang ditunjukan, film ini mengalir bercerita. Melalui Marriage Story, Noah Baumbach sukses memberikan refleksi problem sosial masyarakat.

Fakta mengatakan bahwa angka perceraian di Amerika Serikat cukup tinggi. Noah yang melihat fenomena tersebut ingin menunjukan bahwa pernikahan adalah hal yang sulit dilakukan. Mungkin ia ingin mengatakan “Jika tak siap, jangan dulu menikah”. Selain pesan tersebut, tak banyak orang yang membahas bahwa ternyata perceraian punya dampak psikologis yang sebegitu dalam. Dengan elemen komedi yang cukup kental, Marriage Story menghadirkan dampak-dampak dan situasi psikologis yang dirasakan para karakternya.

adegan film marriage story

Saat menonton film Marriage Story, kita bisa meringis sekaligus menertawakan apa yang menjadi masalah bagi Nicole dan Charlie. Dari mulai mencari-cari pengacara, urusan legalitas perceraian sampai mempermasalahkan hal-hal yang sangat kecil dalam prosesnya.

Noah juga menyentil para pengacara bergengsi yang mengedepankan ego tanpa melihat sisi psikologis kliennya. Dan di akhir cerita kita bisa tertawa terbahak-bahak bahwa ternyata pengacara tersebut behasil menguras banyak harta dan energi Nicole dan Charlie

Yang Keren Dan Perlu Diperhatikan

Saat film ini pertama kali muncul, adegan klimaks antara Charlie dan Nicole banyak dibicarakan. Ternyata review film Marriage Story yang membicarakan adegan tersebut bukan omong kosong. Setelah dilewati dengan masa-masa ‘tegang’ perceraian, dua pasangan suami istri ini kembali bertemu dan saling bicara. Dalam adegan tersebut posisi angle kamera dan efektif membuat nuansanya sangat dramatis.

Noah berhasil menghipnotis penonton dengan permainan kamera dalam ruangan, dengan beberapa long shot dan pengambilan gambar sederhana. Dengan nuansa yang dibangun tersebut, performa para aktor harus maksmimal.

Bukan main, saat skoring dan dialog masuk, hasilnya adalah adegan klimaks yang mungkin pernah kalian saksikan. Yup. Marriage Story dengan efisiensi dan efekivitas kamera, ketepatan skoring dan akting mumpuni dapat menghasilkan deretan peristiwa yang menusuk-nusuk hati. Dalam konklusi pun, penonton tak diseret pada satu pemaknaan saja, mereka senaja ditiadakan dan penonton bisa memaknai film ini sesuka hatinya.

Nah itu dia review film Marriage Story, buat kamu para pecinta film drama film ini cocok banget buat nenemin masa karantinamu.

Ringkasan
Dengan kemampuan akting para aktor yang mumpuni, efektivitas dan efisiensi teknik pengambilan serta cara dialog dan tema yang diangkat membuat Marriage Story layak masuk nominasi Oscar
9
MANTUL!
Tonton

Latest Reviews

More Stories
the call of the wild
Yuk Lihat Trailer Film Adaptasi Novel The Call of The Wild..
%d blogger menyukai ini: