Taylor Swift Akan Debut Sebagai Sutradara di bawah Searchlight Pictures

Foto ooleh: Eva Rinaldi, CC BY-SA 2.0 , via Wikimedia Commons

Penyanyi Taylor Swift akan memulai debut sebagai sutradara film layar lebar di bawah Searchlight Pictures. Penyanyi sekaligus penulis lagu dan sutradara video musik itu sudah menulis sebuah skrip cerita original yang akan diproduksi oleh studio pemenang Oscar lewat film Nomadland dan The Shape of Water.

Detail lainnya seperti outline plot dan casting masih dirahasiakan sampai waktu yang tepat, tetapi kepastian jalannya proyek untuk salah satu musisi tersukses di dunia itu sudah mendapat lampu hijau

“Taylor adalah artis dan storyteller yang ada sekali dalam dekade. Sungguh menyenangkan dan merupakan suatu kehormatan untuk berkolaborasi dengannya, terlebih saat dia memulai perjalanan yang menyenangkan dan kreatif ini (Memulai menjadi sutradara),” presiden Searchlight David Greenbaum dan Matthew Greenfield menjelaskan pada Variety.

Bagi penggemar yang bertanya-tanya, apakah Taylor Swift akan terjun ke dunia direktorial tanpa pengalaman di belakang kamera sama sekali? Jawabannya tidak

Baru-baru ini Swift menjadi satu-satunya artis dan musisi solo yang diberi dua penghargaan direktorial dari MTV VMA untuk karyanya All Too Well: The Short Film dan The Man. Film-film tersebut adalah video berdurasi 15 menit tentang pembuatan music video lagunya.

Taylor Swift di All too Well

Taylor Swift adalah pemenang Grammy 11 kali dan satu-satunya musisi wanita yang memenangkan album of the year di tiga kesempatan berbeda. Di bulan oktober, Swift merilis album terbarunya, Midnights. Album ini adalah album studio ke-10 dari Swift.

Sepanjang karirnya, Taylor Swift memiliki reputasi untuk berpindah antar berbagai genre musik, menggabungkan pop, country, indie folk, dan alternative rock. Berbagai album sebelumnya yang sudah rilis adalah 1989, Folklore, dan Red.

Film berdurasi 15 menit, All Too Well: The Short Film yang diproduksi, ditulis, dan disutradarai oleh Swift pertama ditayangkan pada Tribeca Film Festival 2022 dan Toronto International Film Festival.

Swift juga pernah berakting di layar lebar, muncul di film Valentine’s Day, Cats, dan tahun ini di film karya David O. Russell, Amsterdam. Dari dua film itu, Cats dan Amsterdam memang terkenal buruk dan dikritik habis-habisan. Tetapi, peran Swift juga sangat kecil dan inkonsekuensial di dua film tersebut.

Searchlight baru-baru ini merilis film karya Mark Mylod, The Menu. Film tersebut bergenre horor adaptasi komik, dan film karya Martin McDonagh, The Banshees of Inisherin, yang diprediksi akan menjadi kandidat academy awards.

Karya selanjutnya yang akan dirilis Searchlight adalah And karya sutradara Yorgos Lanthimos dengan casting superstar seoerti Emma Stone, Jesse Plemons, dan Willem Dafoe.

Untuk Martin Mc Donagh sendiri, baru-baru ini dia mengikuti film dokumentari tahunan dari Variety, Directors on Directors, di mana ada dua sutradara yang saling mewawancarai satu sama lain.

Siapa yang mewawancarai dan diwawancarai oleh Mc Donagh? Tak lain adalah Taylor Swift. Lineup sutradara lainnya yang akan hadir adalah James Cameron dan Ryan Coogler.

Line Up Variety Directors on Directors

Banyak yang mengkritik munculnya nama Taylor Swift di line up tersebut, karena kurangnya pencapaiannya di bidang perfilman.

Tetapi, banyak yang memuji visi serta imajinasi Swift. Salah satunya adalah sutradara kenamaan, Guilermo Del Toro.

Dalam interview terbarunya dengan The Hollywood Reporter, Swift mengungkapkan kalau dia ingin bertukar tempat sehari dengan Del Toro, menyebut kalau dia terkesima dengan imajinasi, kosakata visual, dan etos kerja Del Toro.

Del Toro sendiri menyebut Swift sebagai sutradara berbakat. “Dia sangat mudah membicarakan apa yagn ada di pikirannya dan apa yang dia ingin lakukan, dan coba untuk lakukan.”

Del Toro dan Taylor Swift bertemu akhir-akhir ini untuk membahas seni visual dan bertukar ide.

“Aku sangat mengaguminya, dan kami memiliki percakapan yang menyenangkan dan menggugah,” ungkap Del Toro. “Kami memiliki banyak kesamaan. Minatnya pada mitos dan cerita legenda dan akar dari cerita dongeng sangatlah dalam. Aku memberinya beberapa buku yang kupikir menarik untuknya, beberapa dari buku itu adalah yang sangat berguna untukku untuk membuat Pan’s Labyrinth yang mengungkap tentang mitos dongeng.”

%d blogger menyukai ini: