3 Faktor Yang Bisa Bikin Serial Anime Solo Leveling Mengecewakan

shadow warrior manhwa solo leveling
Last updated:

Sudah banyak yang bilang kalau komik Solo Leveling adalah salah satu webtoon yang paling hype saat ini. Wajar kalau banyak pula yang berharap komik ini diangkat menjadi serial anime. Tapi kalau dipikir, ada beberapa faktor yang bisa bikin serial anime Solo Leveling mengecewakan.

Oke, supaya jelas, saat ini komik Solo Leveling belum dibuat sebagai anime. Tapi—sekali lagi—tidak sedikit yang berharap kalau hal itu terjadi. Kalau tidak percaya, saat ini ada petisi yang sedang berjalan di change.org untuk permohonan itu.

Tentu, sebagai seorang fanboy komik ini, saya pun ingin menontonnya. Nmun setelah saya pikir-pikir, kalau itu benar terjadi, bisa jadi saya malah kecewa. Kenapa?

Ritme Cerita

Menurut saya, salah satu yang membuat komik Solo Leveling keren adalah cerita yang punya ritme cukup rapat. Perpindahan antara arc satu dengan berikutnya atau cerita di dalam arc itu sendiri, mengalir dengan bagus. Klimaksnya juga biasanya epik.

sung jin-woo vs goto ryuji

Masalahnya, serial anime biasanya hobi memasang filler alias cerita pengisi—entah itu flashback atau side-story. Nah, kalau pembuatan filler ini kurang oke, bisa jadi cerita malah kendor. Hilang fokus dan sudah gak greget lagi.

Kalau Solo Leveling dibuat menjadi serial anime, saya takut pembuatnya tergoda memasang filler berlebihan. Akhirnya justru mengganggu cerita utama.

Publikasi dan Distribusi

Saat ini, webtoon Solo Leveling terbit melalui KAKAO Page dan belum punya edisi bahasa Inggrsi (atau bahasa lain) secara resmi. Ini berbeda dengan beberapa komik Korea lain yang terbit di Webtoon milik LINE.

solo leveling reaction

Dari sini saja jalan menuju serial anime sudah agak gelap. Potensi Solo Leveling sebagai cerita yang mengglobal sudah sedikit terhambat. Yah, untungnya ada kelompok scanlation yang menerjemahkannya (walau pernah juga terhambat).

Kalaupun komik fenomenal ini dibuat menjadi serial anime, belum tentu distribusinya berlaku secara global. Kecuali ada layanan streaming yang berani berdiri di belakang proyek ini (Ahem).

Gambar Animasi

Terus terang, faktor ini yang menjadi kekhawatiran utama saya. Kita tahu kalau komik Solo Leveling punya gambar yang bagus. Baik dari sisi gambar karakter sampai ke aksi dan efek visualnya. Apalagi dengan finishing digital, gambarnya sangat memuaskan.

sung jin-woo vs beru

Saya kuatir kalau komik ini dibuat serial, gambar animasinya tidak seindah gambar webtoon-nya. Bagaimanapun gambar diam dan gambar bergerak sangat berbeda. Baik pewarnaan, pencahayaan, dan efek gerak jauh lebih kompleks di animasi.

Artinya, untuk mencapai kualitas gambar yang setara, dibutuhkan waktu yang relatif lama. Bahkan bisa memakan biaya yang besar. Yah, tergantung bagaimana tim produksi mengatur plot ceritanya dan standar penggarapannya. Pilihannya jadi klise, cepat dan kualitas kurang, atau lama (dan mahal) dengan kualitas lebih baik.

Sekali lagi, Solo Leveling belum ada serial animenya. Tapi saya tetap tergoda membayangkan serunya komik ini sebagai film. Di sisi lain, saya juga kuatir kecewa kalau Solo Leveling dibuat serial anime tapi tidak seperti di komik.

Bagaimana menurutmu?

Latest Reviews

More Stories
Seberapa Fun sih, Thor: Ragnarok?
%d blogger menyukai ini:
Lewat ke baris perkakas