Manga Boruto Chapter 77: Awal Dari Kehancuran Konoha

Kawaki di Review Boruto Chapter 77

Chapter 77 dari manga Boruto membuat para fans terkejut sejak rilis pertengahan bulan Januari 2023 ini, bahkan sebelum chapter ini sendiri rilis ke publik. Sebelum terbit, ada beberapa leak online dan spoiler bertebaran tentang beberapa event yang terjadi di chapter ini.

Scan raw dan spoiler mengungkapkan kalau tindakan Kawaki di chapter ini akan mengubah jalan cerita Boruto secara drastis dan kemungkinan besar cerita akan berubah tema menjadi lebih kelam dan gelap.

Peristiwa yang terjadi juga mengancam keselamatan dan keberlangsungan desa Konoha, tempat yang sudah akrab di mata penggemar sejak era cerita manga Naruto.

Sudah tak menjadi rahasia kalau Kawaki, shinobi pengguna Karma yang berafiliasi dengan Konoha sangat memuja Naruto dan berobsesi untuk melindungi sang Hokage ketujuh, terlebih setelah kematian Kurama.

Artikel ini akan membahas semua event yang terjadi di chapter 77, agar para pembaca makin mengerti perubahan tindakan Kawaki yang juga memiliki kaitan dengan event awal di chapter dan episode pertama anime Boruto.

Boruto chapter 77 membuktikan kalau Eida bisa menjadi teman yang kuat bagi Konoha, tetapi sekaligus mengerikan sebagai lawan

Kawaki Berdebat dengan Sumire dan Sarada

Chapter 77 dari manga Boruto berjudul Time Drawing Near, atau “Waktu Penentuan Makin Dekat”, dengan Kawaki yang berwajah masam digambarkan di bagian cover. Chapter ini dimulai dengan menyambung event di akhir chapter 76.

Kawaki menyuruh agar Momoshiki yang masih ada di dalam Boruto Uzumaki menunjukkan dirinya. Boruto sendiri mencoba menenangkan Kawaki, mengatakan kalau Momoshiki sudah tak bisa mempengaruhinya lagi, tetapi Kawaki menghiraukan Boruto, tetap berteriak pada sang Otsutsuki, tetap curiga kalau Momoshiki bisa mendengarnya.

Keributan tersebut menarik perhatian para gadis yang ada di rumah bersama, termasuk Sumire dan Sarada yang mencoba menenangkan Kawaki. Sumire teringat ucapan Kawaki yang menanyakan apakah dia tidak membencinya karena sudah pernah membunuh Boruto.

Sedangkan Sarada protes karena mereka tengah berada dalam suatu misi, mengatakan kalau sekarang bukanlah waktu untuk perpeahan. Tetapi Kawaki menegaskan kalau Otsutsuki sama sekali tak peduli dengan urusan manusia.

Konohamaru Memperingatkan Mitsuki

Scene berlanjut, dan Kawaki yang berbicara dengan Shikamaru berusaha meyakinkan sang penasihat Hokage kalau Momoshiki tak bisa dibiarkan, dan pasti merencanakan sesuatu. Shikamaru kemudian mencoba meyakinkan Kawaki, membuatnya mengingat wajah Naruto saat mengetahui putranya tewas, menanyakan Kawaki lagi dan meyakinkannya tentang apa yang harus dilakukannya.

BACA JUGA  Yuk Simak Cuplikan ‘Made in Abyss’ dalam Bahasa Inggris

Kawaki yang merasa percakapannya dengan Shikamaru juga tak membuahkan hasil, memutuskan untuk keluar rumah dan melepaskan diri dari pengawasan. Shikamaru kemudian memerintahkan unit ninja sensor untuk melacak gerakan Kawaki, yang langsung memberitahu Shikamaru kalau Kawaki menyembunyikan sinyal chakranya.

Bahkan Boruto yang sebelumnya mampu melacak Kawaki, tak mampu mengetahui lokasi pasti Kawaki. Hal ini membuat Boruto menyadari kalau Kawaki menggunakan teknik Sukunahikona milik Otsutsuki Isshiki.

Code Mengungkapkan rencananya untuk menyerang Konoha

Di panel selanjutnya, Eida dan Daemon memutuskan untuk keluar rumah, yang langsung diprotes oleh Boruto. Daemon si cyborg langsung mengabaikan protes Boruto, mengatakan kalau Boruto tak berhak memerintahnya. Eida juga mengancam kalau dia tak akan bekerjasaa kalau Konoha mencoba menghentikannya melakukan apa yang dia inginkan.

Shikamaru kemudian mengubah misi Boruto, memerintahkannya untuk membawa Sarada dan Sumire bersama untuk mengawasi Eida dan Daemon berkeliling desa.

Di scene selanjutnya diperlihatkan Code yang masih berada di dimensi tersembunyi dengan pasukan Ten tails miliknya yang terus bertambah. Bug mengatakan kalau pasukan monster tersebut membuatnya bergidik ngeri, dan Code mengomentari kalau mereka memiliki nama, yaitu “Claw grimes”, karena mereka semua ditandai oleh tanda cakar milik Code.

Eida memberitahu rencana Code pada Shikamaru

Code yang merupakan wadah Isshiki yang gagal mengungkapkan kalau dia sekarang memiliki lebih dari 1000 tentara monster ten tails termasuk yang dia sembunyikan di dimensi miliknya. Code mengatakan kalau dia ingin menyerang Konoha secepatnya, tetapi serangannya tak akan mengejutkan Konoha karena keberadaan Eida.

Sedangkan di Konoha, Eida memberitahu Shikamaru soal rencana Code, dan jumlah claw grime yang sekarang dimiliki Code, walau Eida mengaku kalau dia sendiri tak mengetahui pasti jumlahnya.

Shikamaru yang ketakutan kemudian menanyakan apakah claw grime itu kuat, dan Eida menjawab kalau mereka tak mungkin lemah, mengingat mereka terlahir dari Ten tails. Eida juga mengungkap kalau Code menyimpan dendam pada Kawaki yang sudah merebut Isshiki dan Eida darinya dan ingin menghancurkan segalanya yang Kawaki anggap penting, termasuk desa Konoha.

Himawari Bertemu Daemon

Daemon bertemu Himawari

Chapter 77 dari manga Boruto berlanjut dengan menunjukkan Eida yang perhatiannya teralihkan dengan berbagai baju di toko pakaian, dan penjaga toko yang terpikat dengan Eida terus memujinya. Sarada dan Sumire juga memuji Eida, sebisa mungkin menyembunyikan imunitas mereka terhadap kekuatan Eida.

BACA JUGA  Rekomendasi 7 Manga Sepak Bola Terbaik, Bisa Untuk Menemani Piala Duniamu!

Sedangkan Boruto mengeluh karena harus mengikuti ketiga gadis tersebut sekaligus meladeni Daemon yang sedang duduk di atas punggungnya bagaikan kuda dan terus menghinanya.

Daemon mengatakan kalau semua orang di Konoha, termasuk Boruto, tak ada yang bisa melawannya. Tiba-tiba, Daemon merasakan sesuatu dan bergegas keluar toko. Sang cyborg kemudian menghampiri Himawari Uzumaki, yang kebetulan berjalan di dekat toko, dan menanyakan siapa sebenarnya Himawari.

Boruto yang terkejut dengan tindakan Daemon langsung memisahkan mereka berdua, menyuruh Daemon untuk melepaskan adiknya.

Daemon kemudian mencoba menyerang Himawari, tetapi berhenti sebelum tinjunya menyentuh Himawari setelah melihat gadis tersebut ketakutan dan tak berusaha menghindar. Daemon yang kebingungan kemudian menanyakan mengapa Himawari tak menghindar, padahal menurut Daemon, Himawari seharusnya tak memiliki masalah menghindar.

Boruto kemudian mengungkapkan pada Daemon kalau Himawari bukanlah Shinobi dan tak tahu cara bertarung. Daemon terkejut, bertanya-tanya dari mana aura kuat yang dia rasakan barusan.

Boruto, yang salah sangka kalau Daemon menyukai Himawari, mengungkapkan kalau dia tak merestui hubungan mereka, yang membingungkan keduanya.

Kawaki Menculik Naruto dan Hinata

Scene selanjutnya di Manga Boruto chapter 77 kemudian berlanjut ke kediaman keluarga Uzumaki, yang mana Naruto dan Hinata sedang mempersiapkan makan malam. Ketika pasangan suami istri tersebut berkomentar seandainya Boruto dan Kawaki bisa bergabung ikut makan malam, Kawaki muncul tiba-tiba menggunakan Sukunahikona.

Naruto mengomentari kalau Kawaki dan Boruto sangat keras kepala, karena memutuskan untuk berbuat seenaknya di tengah misi. Kawaki membalas kalau unit ninja sensor yang mengawasi rumah Naruto sangat bergantung pada tanda chakra sehingga disebutnya tak kompeten, karena gagal mendeteksi Kawaki masuk. Kawaki kemudian mengungkapkan kalau dia ingin bicara dengan Naruto.

Kawaki kembali menegaskan kalau dia sangat berterimakasih pada Naruto, dan mengatakan kalau sang Hokage ketujuh adalah alasannya untuk terus bertahan hidup. Naruto mencoba menjelaskan kalau Kawaki terlalu menganggap tinggi sosok Naruto, sekaligus meyakinkan pemuda tersebut kalau dia adalah anak yang memiliki karakter asli yang baik di hatinya.

Tetapi, Kawaki kembali menyela Naruto, mengatakan kalau dia tetap bersikeras melakukan apapun untuk menjamin keselamatan Naruto, bahkan bersedia mati melakukannya.

Hinata Menampar Kawaki

Kawaki melanjutkan kalau dunianya kini berputar dan berpusat di sekitar Naruto, suatu hal yang bahkan tak bisa dibayangkan olehnya dulu. Kawaki berniat memberantas semua Otsutsuki yang mengancam dunia dan menjadi mengancam kehidupan Naruto.

BACA JUGA  10 Petarung Bajak Laut Beast Terkuat di Komik One Piece

Hinata yang lebih sensitif terhadap maksud tersembunyi di kata-kata Kawaki ketimbang Naruto, langsung menyadari kalau apa yang dimaksud Kawaki dari “Semua Otsutsuki” juga termasuk putra mereka, Boruto Uzumaki.

Kawaki mengiyakan pertanyaan Hinata, dan mengaku kalau sebenarnya dia merasa bersalah setelah mengetahui kalau Boruto selamat dari serangannya dulu.

Kawaki mengatakan kalau dia tak akan gagal dalam usahanya membunuh Boruto di kesempatan berikutnya, yang membuat Hinata hilang kendali dan menampar Kawaki, mengejutkan Naruto. Kawaki sendiri tak terkejut dengan reaksi Hinata, mengomentari kalau hanya orang gila sepertinya yang tak ragu membunuh saudaranya sendiri.

Hinata menangis meminta putra angkatnya untuk berhenti berpikir seperti itu, dan Naruto menegaskan kalau Kawaki berniat membunuh Boruto, maka dia harus melewati hadangannya.

Kawaki mengirim Naruto dan Hinata ke dimensi lain

Kawaki menegaskan pada Naruto kalau tekadnya memburu semua Otsutsuki termasuk Boruto sudah bulat dan Naruto sendiri sudah tak bisa menghentikannya. Kawaki kemudian menggunakan kekuatan karmanya untuk membuka portal yang digunakannya untuk mengirim Naruto dan istrinya, Hinata, ke dimensi lain, mencegah mereka mengganggu rencananya.

Sebelum berpisah, Kawaki memberitahu Naruto kalau dia siap dibunuh oleh Naruto setelah semua konflik ini selesai.

Kesimpulan

Definisi Ninja versi Kawaki

Manga Boruto chapter 77 menandakan awal konflik besar yang kemungkinan akan menelan Konoha bahkan seluruh dunia ninja yang ditunjukkan oleh visi Boruto di chapter 75 dan chapter pertama manga-nya dan episode pertama anime-nya.

Chapter ini juga menggali lebih dalam kepribadian Kawaki. Obsesi dan keinginannya melindungi Naruto justru membuatnya mengambil jalan yang berseberangan dengan harapan Naruto.

Kawaki menegaskan kalau Shinobi adalah pasukan siap mati demi misi, dan Kawaki siap menghancurkan konsep tersebut. Karena di matanya, Naruto adalah sosok Shinobi ideal yang siap mengorbankan nyawanya demi misi.

Kawaki menegaskan kalau dalam suatu konflik, orang baik seperti Naruto-lah yang akan paling cepat mati.

Bagaimana menurut kalian kelanjutan kisah manga Boruto setelah chapter 77 ini? Bagaimana Konoha akan menghadapi serangan Code sekaligus Kawaki yang berkhianat? Apakah Eida akan tetap berafiliasi dengan Konoha setelah pengkhianatan Kawaki? Apa sebenarnya kekuatan tersembunyi Himawari?

%d blogger menyukai ini: