Review The Pale Blue Eye (2023): Film Misteri Yang Kurang Misterius & Mencekam

gambar christian bale di the pale blue eye
Gambar: Netflix

Ada beberapa hal menarik jika kita bicara soal film The Pale Blue Eye. Ada Christian Bale sebagai pemeran utama, film ini menghadirkan misteri ber-setting masa lalu (period film), dan menghadirkan tokoh nyata, Edgar Allan Poe, di dalamnya.

Yah, film misteri ber-setting masa lalu selalu menarik (paling tidak untuk saya). Karena faktor masa lalu itu bisa menambah nuansa kelam dan misterius pada film bersangkutan. Apalagi jika menyangkut tokoh nyata.

The Pale Blue Eye bercerita tentang kasus pembunuhan di akademi militer West Point pada tahun 1830. Seorang kadet ditemukan tewas dan menunjukkan tanda-tanda tidak wajar. Salah satunya, jantung sang kadet diambil dari jasadnya.

Para pemimpin akademi meminta detektif lokal, Augustus Landor (Christian Bale), untuk menyelidikinya. Dalam penyelidikannya, Landor meminta salah satu kadet eksentrik bernama Edgar Allan Poe (Harry Melling).

adegan the pale blue eye
Gambar: Netflix

Kurang Misterius dan Mencekam

Edgar Allan Poe adalah seorang sastrawan yang hidup di tahun awal 1800-an dan terkenal dengan kisah misteri atau cerita bernuansa kelam yang ditulisnya. Jadi, tidak ada salahnya dong, kalau kita berharap akan sebuah film dengan nuansa serupa? Sayangnya, tidak seperti itu kejadiannya.

Well, yah… Kasus pembunuhan pertama cukup menarik, karena si kadet ditemukan dalam dugaan bunuh diri, namun dalam posisi yang aneh. Sesuatu yang aneh dan tidak wajar selalu mengusik benak manusia. Lagi-lagi, sayangnya, film ini tidak memanfaatkan momentum itu untuk menjaga misteri.

Gambar: Netflix

Lalu di film ini juga ada pesan misterius yang ditinggalkan oleh korban. Jadi, akan ada proses pemecahan kode atau simbol yang menarik? Heh, tidak juga. Proses pemecahan pesan itu berjalan relatif singkat tanpa menunjukkan proses berpikir yang kompleks (minimal yang mengajak kita ikut berpikir).

Dari dua hal ini saja, kesan misteri yang seharusnya ada boleh dikatakan hampir sirna. Yah, mungkin masih ada sedikit jejak misteri. Tapi toh itu juga terasa kurang mencengkeram. Sisanya mungkin hanyalah drama antar karakter dan kepentingan.

Mari Kita Bicara Drama

Pertanyaannya, apakah tanpa unsur misteri yang kental, sisi drama film ini cukup menggigit? Sayangnya tidak juga. Padahal ada beberapa hal yang cukup memancing konflik.

BACA JUGA  Serial Netflix Messiah Menuai Gelombang Protes

Salah satunya, tekanan dari pihak akademi pada Landor untuk memecahkan misteri. Dalam beberapa kesempatan, memang ditunjukkan hal itu — apalagi setelah jatuh korban lebih dari satu. Namun, tingkat urgency masalah ini kurang terasa.

Gambar: Netflix

Kemudian hubungan antar personal pun sebenarnya menarik. Baik di antara para kadet yang terlibat, dokter dan keluarganya, Landor dan Poe, dll. Toh, konflik yang punya potensi itu kurang terasa tajam. Lagi-lagi tidak terlalu terasa sesuatu yang penting, walau mungkin hal itu sebenarnya penting. Kesan dan pesannya tidak sampai.

Apa Fungsi Edgar Allan Poe Sebenarnya?

Yah, dari sisi cerita, tokoh yang bernama Edgar Allan Poe ini memang punya fungsi. Ia adalah kadet yang eksentrik, dianggap remeh, dan tidak menarik. Tapi kalau berhubungan dengan sisi sastrawan itu sendiri — terutama karya-karya misterinya — hmmm… tidak terlalu berfungsi.

Sungguh ironis ketika film komedi Shanghai Knight (2003) yang dibintangi Jackie Chan dan Owen Wilson lebih bisa mengaitkan karakter fiktif di film berdasar tokoh nyata — Charlie Chaplin dan Arthur Doyle (maksudnya Arthur Conan Doyle pengarang Sherlock Holmes) — dengan yang sebenarnya.

Gambar: Netflix

Sejujurnya, saya berharap kakak Poe ini lebih bisa ditunjukkan keahliannya dalam bidang misteri atau cult alias persektean. Tapi di film The Pale Blue Eye ini ia lebih cenderung menjadi tokoh biasa dengan sedikit konflik asmara. Sebenarnya jika ia bukan bernama Edgar Allan Poe pun tidak masalah.

Oke, dia memang memberikan kontribusi di akhir film. Tapi selama film ya biasa saja. Di akhir pun, adegannya boleh dibilang kurang dramatis.

Aktor Bagus Tanpa Cerita Kuat

Harus diakui, para aktor pemerannya menarik dan berhasil menunjukkan kualitas akting mereka. Christian Bale mungkin tidak perlu kita pertanyakan lagi. Selain itu, Harry Melling sebagai Edgar Allan Poe juga menampilkan performa yang bagus.

gambar christian bale di film the pale blue eye
Gambar: Netflix

Lalu ada pula Gillian Andersen (The X Files) yang juga berperan bagus. Sungguh sayang, karakternya — yang juga sebenarnya potensial — lewat begitu saja. Begitupun beberapa karakter lain yang juga punya potensi menonjol.

BACA JUGA  Review Film Godzilla Vs Kong: Pertarungan Epik Tahun Ini

The Pale Blue Eye, Film Yang Cukup ‘Pale’

Pada akhirnya, film The Pale Blue Eye ini hanyalah tontonan sambil lalu saja. Kita tidak “dipaksa” untuk duduk mengikuti jalan ceritanya. Setelah itupun tidak terlalu banyak kesan tertinggal. Sekedar hiburan ringan setelah beraktivitas seharian.

Yah, tapi kalau kamu memang mencari tontonan yang sekedar untuk bahan nonton, tidak ada salahnya. Selama kamu tidak menaruh harapan terlalu tinggi. Eh, bahkan untuk hiburan masih lebih mending Knives Out atau Glass Onion jika kita bicara soal misteri.


The Pale Blue Eye (2023)
Sebuah Film Misteri Yang Datar
Film The Pale Blue Eye yang premisnya menjanjikan, akhirnya hanya menjadi tontonan sambil lalu, tanpa faktor yang membuat kita "terpaksa" mengikutinya.
6
TONTON DI
%d blogger menyukai ini: