5 Kisah dan Fakta Hajime Isayama, Sang Mangaka Jenius yang Dipuja

Setelah berjalan dari tahun 2009 silam, akhirnya kisah epik Attack On Titan karya Hajime Isayama menemui akhirnya. Dari perjalanan 11 tahun tersebut, Hajime berhasil menghibur jutaan orang dengan cerita yang dibawakan Eren Yaeger, Armin dan Mikasa. Fakta nggak bisa ditampikan, Attack On Titan adalah salah satu manga terbaik abad ini.

Kesuksesan kisah Attack On Titan membawa kita pada pesona seorang Hajime Isayama. Bagaimana seorang mangaka berusia 34 tahun ini membuat kisah yang dinantikan banyak orang? Bagaimana kepribadian sang mangaka? Sejak kapan ia memikirkan cerita Attack On Titan dan apa musik yang ia senangi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Popculture.id telah merangkum 5 fakta menark tentang Hajime Isayama. Yuk langsung aja simak selengkapnya di bawah ini~

Awal Ketertarikan Menggambar

Hajime Isayama adalah seorang mangaka yang lahir pada tanggal 29 Agustus tahun 1986. Seperti kebanyakan mangaka lain, bakat dan ketertarikan Isayama terhadap manga dan gambar telah muncul sejak kecil.

Hal ini diketahui dari pameran Attack On Titan pada tahun 2014 silam. Pameran tersebut menampilkan beberapa barang pribadi Isayama sendiri. Dari sana diketahui kalau Hajime mulai menggambar cerita pertarungan manusia melawan makhluk besar sejak ia masih TK. Selain itu Hajime juga membuat patung tengkorak yang mirip kepala Titan sampai anekdot-anekdot lucu yang kelak jadi ciri khas dialog dan komedi dalam Attack On Titan.

Kepribadian

Salah satu yang membuat Hajime berbeda dengan mangaka lain adalah kepribadiannya. Nggak seperti kebanyakan mangaka lain yang tidak memperlihatkan wajahnya, Isayama nggak ragu atau malu untuk tampil di hadapan publik. Ia juga sering menerima tawaran penggemarnya untuk berfoto.

Meski manganya serius, Isayama adalah orang yang lembut, percaya diri dan juga cukup rupawan. Singkatnya, popularitas yang ia dapatkan berasal dari kesenjangan antara mangaka dan penggemar yang ia hancurkan. Di beberapa interview kita juga bisa melihat kalau Isayama bukan orang yang serius, ia bahkan punya selera humor yang sangat tinggi.

Inspirasi

Hajime Isayama adalah seorang mangaka yang jujur. Ia nggak pernah menutupi inspirasinya dalam membuat cerita, karakter atau alur Attack On Titan. Dalam salah satu wawancara, Hajime mengatakan kalau sumber inspirasi utama manga yang ia ciptakan adalah Hell Teacher Nube, manga rilisan 90-an yang bercerita tentang mitos Jepang dan kanibalisme. Perlengkapan 3D Manuever Gear yang jadi ikon manganya ia akui terinspirasi dari manga Desert Punk

Hajime juga pernah mengatakan kalau insprasinya juga datang dari serial Game of Thrones, terinspirasi dari David Beckam saat menciptakan Reiner dan ia menciptakan tokoh Levi secara tidak sengaja dan menggabungkannya dengantokoh Rorschach, sang anti-hero dari film Watchmen. Pertarungan antar Titan juga ia dapatkan dari pertarungan martial arts, sementara wujud dan gerak-gerik Titan ia dapatkan dari pengalamannya melihat orang mabuk.

Seorang Idealis

Sama seperti kebanyakan seniman lain, Hajime Isayama adalah seorang idealis yang percaya pada kemampuanya sendiri. Meski gambarnya kurang bagus, ia pernah menawarkan manganya ke editorial majalah Weekly Shonen Jump, majalah populer yang menerbitkan manga-manga legendaris seperti One Piece, Naruto dan Dragon Ball.

Saat itu, editor Jump menyarankan Isayama untuk mengubah gaya manga dan gambarnya karena nggak cocok dengan pembaca mereka. Karena idealis, ia nggak mengikuti saran editor tersebut dan mempertahankan gaya manganya sendiri. Akhirnya manga tersebut terbit di majalah Bessatsu Shonen yang kurang populer dan ia tetap mempertahankan nuansa gelap dan brutal pada manganya. Karena konsisten, dia berhasil sukses dan Attack On Titan jadi salah satu manga terbaik abad ini.

Cerdik dan Penuh Konsep

Selain humoris dan hangat, nggak dipungkiri lagi Isayama adalah seorang mangaka yang memiliki konsep dan sangat jenius. Saat membuat manga Attack On Titan, sejak awal Isayama telah mengetahui akhir dari cerita yang ia buat. Selain konsep yang dipikir matang-matang, Isayama sangat peka dan cerdik untuk membuat para penggemarnya penasaran. Contoh yang paling kentara adalah pemilihan sampul manga. Ia selalu berhasil mengecoh para pembacanya dengan menampilkan sampul manga yang nggak ada hubungannya dengan cerita.

Bonus: Seorang Pecinta Idol Grup

Sama seperti para otaku lain, Isayama juga merupakan seorang penggemar sebuah idol grup Jepang bernama Momoiro Clover Z. Idol grup ini sangat populer di kalangan masyarakat Jepang karena lagu-lagunya yang cerita dan positif. Menurut Isayama, ia sering mendengarkan lagu-lagu Momoiro Clover Z saat menggambar manganya.

Nah itu dia beberapa kisah dan fakta dari sang mangaka jenius Hajime Isayama. Gimana, emang unik dan keren banget kan? Nggak heran sih banyak orang yang kagum dan memuja Hajime Isayama.

More Stories
Serial Netflix The Umbrella Academy Umumkan Tanggal Rilis Season 2
%d bloggers like this: