Ini 5 Alasan Kenapa Ending Attack On Titan Sangat Dibenci Penggemar

Setelah 11 tahun berlalu, para penggemar Attack On Titan akhirnya mendapatkan ending yang sudah mereka nantikan sejak lama. Tentu ini jadi kabar yang paling heboh mengingat manga karangan Hajime Isayama ini punya penggemar yang banyak di seluruh dunia.

Anime Attack On Titan: Final Season bagian pertama selesai pada episode 16 berbarangan dengan ending versi manga. Sedikit berbeda, para penggemar banyak yang kecewa melihat akhir dari manga kesayangan yang telah mereka ikuti selama 11 tahun. Bahkan ada seorang penggemar yang membakar manga tersebut saking kecewa dengan ending yang diberika Isayama. Pertanyaannya, kok bisa? Emang apa alasannya? Nah berikut ini Popculture.id mencoba untuk membeberkan setidaknya 5 alasan kenapa ending manga Attack On Titan begitu dibenci penggemar. Yuk, langsung aja simak di bawah~

Karakter Eren

Tokoh Eren Yaeger menjadi kunci dalam serial Attack On Titan ini. Banyak orang yang terkecoh dengan tokoh utama kita. Ia yang awalnya dipandang sebagai seorang pahlawan bagi negaranya berubah menjadi monster paling berbahaya dan siap untuk menghancurkan kehidupan di seluruh permukaan bumi.

Pembangunan karakter Eren cukup menarik bagi para penggemar. Ia menjadi seorang villain total setelah dipuja-puja sebagai pahlawan dan penyelamat bangsa Eldia di pulau Paradis. Kala melihat ending, runtuhlah semua pandangan positif pada Eren. Penggemar begitu kecewa dengan karakter Eren yang kembali berubah dan labil. Yup, melihat satu tokoh manga mengubah-ngubah prinsip hidupnya dengan mudah jadi hal paling menyebalkan bagi pembaca.

Historia Hamil

Salah satu hal mengganjal setelah akhir manga terungkap adalah kehamilan Historia Reiss. Seperti kita tahu, di babak terakhir dikisahkan Historia hamil setelah menikah dengan teman kecilnya. Ia hamil demi menjaga keberadaan darah kerajaan. Kehamilan Historia juga dilakukan agar pulau paradis memiliki pewaris founding titan.

Kehamilan Historia juga membuat para penggemar berteori panjang lebar soal bagaimana anak Historia nanti akan mewarisi beast titan dari Zeke. Namun di chapter 139, kekuatan Titan telah lenyap. Hal ini langsung menghancurkan beragam teori yang muncul. Hal yang membuat penggemar marah adalah bagaimana Isayama terus menerus menyinggung kehamilan dan anak Historia seolah hal ini penting untuk akhir cerita. Sayangnya, kehamilan Historia nggak berguna sama sekali. What the fak banget kan?~

BACA JUGA  Resmi! Ini Jadwal Rilis Attack On Titan Season 4 Part 2!

Titan Eren

Eren Yaeger selaku pewaris founding titan telah memperlihatkan perubahan titan yang beragam. Dari mulai titan 15 meter sampai bentuk titan akhir berupa tulang belulang. Namun ada beberapa misteri tentang beberapa transformasi titan Eren. Pertama adalah bagaimana Eren bertransformasi menjadi Colossal Titan di pertarungan akhirnya melawan Armin? Padahal nggak mungkin ada dua Titan shifter dalam waktu bersamaan. Hal ini nggak disinggung sama sekali. Hajime Isayama seperti terburu-buru dan melakukan hal-hal mustahil tanpa penjelasan sama sekali.

Selain wujud tersebut, kemunculan Hallucigenia, yang merupakan titan berjuwud cacing juga sangat absurd. Seperti jelangkung, kedatangan dan kepergiannya masih jadi misteri dan nggak ada yang tahu selain Hajime. Hallucigenia tiba-tiba muncul dan nggak terkalahkan. Cacing ini juga punya kemampuan mengeluarkan gas untuk mengubah Eldia jadi Titan. Sampai akhir cerita, Hallucigenia juga tak mendapat penjelasan yang cukup, bahkan cenderung hanya didatangkan agar cerita lebih ‘ramai’ saja.

Konsep Masa Depan dan Kisah Ymir

Hal lain yang membuat para penggemar kesal adalah konsep masa depan yang sangat rancu serta kisah cinta Ymir yang digunakan sebagai plot twist. Konsep masa depan yang paling absurd adalah momen saat Eren mencium tangan historia dan melihat masa depan. Kala itu Eren tahu bahwa ia akan melakukan rumbling dan genosida. Jika Eren tahu, mengapa ia nggak memikirkan cara lain untuk bisa mengakhiri rantai kebencian yang sudah berabad-abad tertanam? Secara logika, Eren bisa melakukan ini tapi ia tetap melakukan genosida. Parahnya, alasan Eren melakukan hal tersebut nggak dijelaskan sama sekali oleh Isayama.

Mendekati akhir cerita, tepatnya dalam sesi mimpi Armin dan Eren kita diperlihatkan kisah cinta Ymir dan Raja Karl Fritz yang menikahi Ymir hanya untuk memanfaatkan kekuatan titannya. Dari mimpi ini terungkap bahwa Ymir ternyata mencintai Fritz dan rela melakukan segala perintahnya. Ini adalah plot twist mengingat kita tahu kalau Fritz adalah raja otoriter dan Ymir adalah korban. Hanya saja plot twist sejarah ini nggak mengena sama sekali. Ya gimana pembaca mau mengerti kalau cerita cinta Ymir nggak pernah dibahas sama sekali? Bisa disimpulkan cerita cinta ini hanya sebatas filler saja.

BACA JUGA  Kekuatan Tersembunyi 9 Titan Shifter. Kamu Sudah Tahu?

Code Geass

Terakhir adalah ending cerita itu sendiri. Di akhir cerita kita tahu kalau Eren melakukan semua hal buruk demi membuat teman-temannya menjadi pahlawan dan dunia menjadi damai. Ini adalah ending yang cukup fair meskipun ini adalah ending klise dan sangat buruk bagi manga sekelas Attack On Titan yang punya cerita yang sangat rumit. Isayama memberikan akhir cerita yang sangat sederhana dan di luar ekspektasi para penggemarnya.

Melihat ending ini, para penggemar kemudian ramai-ramai menyamakan Attack On Titan dengan ending Code Geass, anime yang punya ending serupa. Bahkan sejumlah orang menyebut kalau Hajime Isayama menjiplak total ending ini. Tentu saja kesamaan ending Attack On Titan dengan Code Geass mengecewakan mengingat ending tersebut adalah identitas dan kejeniusan tokoh Lelouch. Tapi kan, Eren bukan Lelouch.. ya nggak sih?

Nah itu dia beberapa alasan kenapa Attack On Titan malah dibenci penggemarnya setelah endingnya terungkap. Gimana menurut kalian Popins? Apakah kalian juga sama-sama kecewa dengan akhir cerita Eren Yaeger dan kawan-kawannya? Tulis pendapatmu di kolom komentar ya~

%d blogger menyukai ini: