‘Vinland Saga’ Season 2 Episode 1-3: Apa Arti Hidup?

Thorfinn di Vinland Saga Season 2

Vinland Saga Season 2 kembali dengan memperkenalkan anggota cast baru: Seorang petani muda dari Inggris bernama Einar, yang seluruh hidupnya dihancurkan oleh perang. Desa yang Einar tinggali dihancurkan oleh serangan dua pasukan.

Pasukan pertama adalah pasukan Inggris yang juga merenggut nyawa ayah Einar, dan yang kedua adalah pasukan Norse sekaligus pasukan yang sempat dimasuki Thorfinn ketika bekerja di bawah Askeladd.

Serangan kedua di desanya membuat Einar kali ini kehilangan ibu dan adiknya, menjadi sebatang kara, dan dijual menjadi budak. Tema keseluruhan dari Vinland Saga season 2 ini bisa disimpulkan lewat epik puisi dari Havramal di awal episode 1.

Puisi tersebut menggambarkan kisah Thorfinn dan Einar yang bisa diibaratkan pohon cemara yang terasing. Meski sendirian, mereka harus bertahan hidup. Kru dan staff Vinland Saga season 2 sekaligus studio MAPPA sebagai studio produksi sangat kentara dalam memasukkan berbagai detail di anime ini.

Kisah awal tentang masa lalu Einar di episode 1 tidak ada di manga, dan merupakan cerita original. Namun, impact dari cerita itu sama besarnya dengan cerita serupa yang dibuat oleh mangaka aslinya Makoto Yukimura.

Adik dan Ibu dari Einar

Selain itu, tim produksi juga meminta bantuan Kedutaan Besar Islandia di Jepang untuk membantu soal puisi Havramal di episode 1, termasuk menyediakan pembicara native untuk membaca bahasa Norse tua tersebut.

Kisah Einar terasa begitu kontras sekaligus serupa dengan Thorfinn. Bagaimana kedua pemuda itu kehilangan orang yang mereka cintai akibat konflik peperangan, dan bagaimana mereka menanggapi kehilangan tersebut. Einar adalah karakter yang menarik, mampu mencuri perhatian penonton meski audiens baru saja diperkenalkan olehnya.

Berbagai keraguan bermunculan karena Vinland Saga season 2 tak lagi diproduksi oleh studio WIT, melainkan pindah ke studio MAPPA. Para fan bertanya-tanya apakah MAPPA akan merubah beberapa estetika Vinland Saga menjadi seperti Attack On Titan, atau malah membuat kualitas animasi memburuk seperti di One Punch Man season 2.

Singkat kata, para penonton tak perlu khawatir soal penurunan kualitas animasi, karena Vinland Saga season 2 terlihat sama bagusnya dengan season 1-nya. Hal ini dikarenakan mayoritas staff produksi yang bertahan meski berpindah ke studio baru. Desain karakter masih detail, blocky, dan terlihat kasar ala seinen, lengkap dengan pemandangan background dan landscape yang masih terlihat indah secara estetika.

Animasinya juga terlihat fluid dan perhatian ke detail seperti gerakan dan ekspresi wajah juga diperlihatkan. Jangan lupa juga soundtrack pengiring di background saat menonton masih siap menghipnotis dan menghantui penonton. Tak mengagetkan karena Yutaka Yamada kembali menjadi komposer untuk Vinland Saga season 2.

Bersama dengan berbagai detail di animasi tersebut, perhatian ke detail seperti puisi Havramal di awal episode, membuat para penonton merasakan passion para tim produksi untuk menyajikan tontonan yang grounded dan sebisa mungkin mengarah ke sejarah Vinland Saga atau Nordic aslinya.

BACA JUGA  8 Karakter Cerdas Dalam Anime Paling Terkenal

Satu hal yang terasa berbeda, adalah perbedaan perspektif Vinland Saga season 2 ketimbang season 1-nya soal konflik dan peperangan. Season 1 terasa seperti Attack on Titan dan beberapa serial Gundam: Memperlihatkan kekerasan dan konflik sebagai sesuatu yang mengerikan, sekaligus hal yang menyenangkan dilihat lewat layar kaca.

Season 1 menegaskan narasi kalau para Viking bukanlah orang-orang yang patut dikagumi, dan bagaimana sulitnya hidup di tengah konflik di era pertengahan ini, dan yang terpenting bahwasanya peperangan bukanlah sesuatu yang pantas digemari.

Meski demikian, Vinland Saga season 1 “berhasil” menunjukkan kalau peperangan, kekerasan, dan pembunuhan yang keji nan kejam bisa terlihat hype dan exciting.

Vinland Saga season 2 episode 1, berhasil membuat perspektif tersebut berubah dengan memperlihatkan pandangan seseorang yang merasa dia bisa dan harus menjadi prajurit untuk melindungi orang-orang yang dia cintai, tetapi tak memiliki tekad kuat.

Einar bukanlah Thorfinn, dia memiliki kepribadian yang baik dan halus, dan tidak bisa menjual jiwanya untuk menjadi pembunuh kejam demi membalas dendam. Kekerasan yang diperlihatkan pada keluarga Einar terlihat kecil dalam skala keseluruhan konflik antar negara, namun tetap brutal. Konflik di desanya juga menambah narasi kalau peperangan di era tersebut tak bisa dihindari, dan terasa bagai horor.

Selain itu, Vinland Saga season 2 juga memperlihatkan betapa umumnya perlakuan dan penggunaan budak karena sistem masyarakat yang ada pada era tersebut, makin membuat perbedaan dibandingkan mayoritas serial anime yang ada.

Vinland Saga memang bukan serial anime untuk siapa saja, dan bukan merupakan dunia anime yang para otaku ingin tinggali dan berimajinasi untuk hidup di sana. Bukan pula serial anime tentang mencapai impian atau merubah dunia menjadi lebih baik.

Tetapi, Vinland Saga adalah cerita tentang bagaimana bertahan hidup di dunia yang kejam. Seperti yang ibu Einar katakan, “Asal kamu bertahan hidup, maka kamu menang.”

Lahan Pertanian milik Ketil

Berkali-kali Einar memikirkan untuk bunuh diri setelah kematian keluarganya dan dijual sebagai budak. Tetapi, meski berada di titik terendah, masih ada setitik harapan yang bisa dia temukan.

Thorfinn dan Pertanian

Episode 2 dari Vinland Saga Season 2 berfokus pada lahan pertanian milik Ketil dan bagaimana situasi Thorfinn saat ini setelah melakukan kejahatan besar, mencoba membunuh pangeran Denmark Canute di season 1.

Walau hidup sebagai budak bukan situasi yang menyenangkan bagi siapa saja, pemilik lahan pertanian Ketil mengajukan sebuah kondisi yang adil bagi budak termasuk Einar. Meski demikian, tak semua orang memiliki pandangan seperti Ketil.

Episode 2 menghabiskan mayoritas waktunya menyesuaikan sudut pandang Einar dan Thorfinn tentang status mereka sebagai bawahan di tingkatan masyarakat. Orang-orang yang bukan budak bisa seenaknya berbuat semaunya pada mereka tanpa konsekuensi.

Para penonton juga bisa melihat sekilas bagaimana Thorfinn yang terlihat begitu menyerah dengan hidup. Berbeda dengan kepribadiannya yang penuh amarah dan eksplosif di season 1.

BACA JUGA  Ayo Masuki Dunia Petualangan ‘One Piece: Grand Cruise’ VR

Idealisasi Konflik

Salah satu pesan dari Vinland Saga adalah bagaimana konflik dan peperangan seperti menjadi sesuatu yang diimpikan bagi orang-orang zaman tersebut. Putra sekaligus pewaris Ketil, Olmar, beranggapan kalau dia ditakdirkan bukan menjadi petani, melainkan ikut berperang di medan perang.

Meskipun Olmar sendiri terasa canggung memegang pedang, dan menjadi situasi yang dimanfaatkan oleh Fox dan Badger, dua anggota mercenary yang mencoba menghasut Olmar.

Olmar yang berhasil dihasut oleh dua mercenary tersebut memperlihatkan sifat naifnya saat dipaksa mabuk, menyebut para mercenary tak lebih kuat dari remaja sepertinya. Ketika dua mercenary tersebut membalikkan keadaan, Olmar menangis layaknya anak manja seusianya.

Olmar Marah Karena Diremehkan

Olmar yang merasa diremehkan dan diabaikan karena dianggap sebagai anak kecil, menuntut rasa hormat dari para mercenary. Fox yang picik kemudian menyarankan tuan muda tersebut untuk mencoba membunuh seseorang sebagai “Ritual Peresmian” menjadi orang dewasa.

Ketika Olmar bertanya siapa yang bisa dia bunuh, Fox mengatakan kalau pemula seperti dirinya butuh target yang mudah, dan menunjuk para budak di lahan pertanian.

Mimpi Buruk Thorfinn

Thorfinn mendapatkan Mimpi Buruk

Ketika Einar sudah bangun dan siap bekerja, Thorfinn masih mengigau dalam tidurnya. Thorfinn berteriak histeris, seperti mendapatkan mimpi buruk. Tetapi, ketika terbangun dia sama sekali tak bisa mengingat apa isi mimpinya.

Einar menyuruh Thorfinn agar tak terlalu memikirkan isi mimpi itu. Tetapi, Thorfinn tetap merasa gelisah. Isi mimpinya seperti terus membekas di pikirannya. Saat mereka berdua hendak mencuci muka di sumur, mereka bertemu dengan wanita berambut pirang misterius yang muncul di episode dua Vinland Saga season 2.

Einar yang tersipu malu mencoba menyembunyikan rasa sukanya pada wanita tersebut berhasil memperkenalkan dirinya dengan bahasa Nordic sopan yang mengejutkan lawan bicaranya. Wanita itu memperkenalkan diri sebagai Arnheid, dan mengaku kalau dia juga merupakan budak di ladang milik Ketil, tetapi dia diposisikan sebagai budak khusus Ketil.

The Summoning

Thorfinn dan Einar dipanggil oleh Fox dan Badger

Setelah pertemuan dengan Arnheid, Thorfinn dan Einar dipanggil oleh Fox dan Badger. Mereka dituntun ke sebuah ring pertarungan di mana tuan muda OImar menunggu sambil gugup dengan pedangnya. Fox menjelaskan kalau mereka dipanggil sebagai target ritual pendewasaan Olmar, meminta agar kedua budak bersedia dibunuh oleh Olmar.

Walaupun Fox dan beberapa mercenary penjaga ladang berusaha menghasut Olmar untuk menyerang Einar dan Thorfinn, Einar berinisiatif menyerang Olmar, mencegah pemuda itu untuk menggunakan pedangnya.

Einar berteriak pada Thorfinn, menyuruhnya memberitahu Ketil, tetapi Thorfinn malah berbuat sebaliknya. Thorfinn menawarkan diri untuk bertahan dan menjadi korban dan meminta Einar pergi dan melanjutkan p[ekerjaannya.

Thorfinn mengatakan kalau mereka hanya membutuhkan satu target korban, dan dia sudah cukup memenuhi peran tersebut.

Ending Episode 3 Vinland Saga Season 2

Thorfinn Tak Peduli dengan hidupnya sendiri

Setelah berkelakar pada Thorfinn, merasa tersinggung karena budak tersebut masih tak menunjukkan ketakutan di hadapan kematian, Fox mengatakan kalau semua orang memiliki ketakutan pada kematian.

BACA JUGA  Iklan Koran "Attack on Titan" Perlihatkan Si Eren Masuk Isekai!

Fox menggunakan pedangnya, melukai berbagai bagian tubuh Thorfinn mulai dari dada, pundak, bahkan sampai sebagian telinga kirinya terpotong. Meski demikian, Thorfinn tak bergeming, bahkan tak mengedipkan mata sekalipun. Dari kejauhan, seorang pria berambut hitam yang baru datang menyaksikan ini semua kagum dengan keberanian Thorfinn.

Thorfinn balik bertanya mengapa dia harus takut mati, karena di hidupnya sama sekali tak ada hal baik yang terjadi. Perkataan Thorfinn ini mengejutkan Einar. Ketika Fox yang sudah tak sabaran mencoba mengarahkan pedangnya, kali ini berniat untuk membunuh Thorfinn, pria berambut hitam yang terungkap bernama Snake tersebut menghentikannya.

Snake diungkapkan sebagai pimpinan mercenary tempat Fox dan yang lainnya berada. Snake meminta penjelasan, setelah meninju Fox dan membuatnya tak sadar.

Walau tak ada pertarungan dan pertempuran kolosal ala Vinland Saga season 1, Vinland Saga season 2 masih bisa menarik penonton dengan cerita yang menggugah dan menarik tanpa terasa sebagai filler yang tak penting.

Berbagai buildup tentang kisah kepribadian Thorfinn dari season sebelumnya terasa begitu kentara, meyakinkan penonton kalau Thorfinn sekarang berbeda dengan versi dirinya di season 1.

Thorfinn merasa hilang, tak memiliki tujuan hidup setelah kematian Askeladd. Selama ini, Thorfinn menghabiskan hidupnya menjadikan Askeladd sebagai tujuannya, sebagai target balas dendamnya. Ketika target itu menghilang begitu saja, Thorfinn merasa hidupnya tak lagi memiliki arti.

Pikiran Thorfinn tertutup, membuatnya melupakan masa kecilnya yang indah di Islandia bersama ayah, ibu, kakak dan Leif Erikson.

Seberapa besar sebenarnya nilai kehidupan seseorang? Inilah tema utama yang dicoba dibahas oleh Vinland Saga season 2, dan ketiga episode awal anime ini mulai menjamah pertanyaan ini.

Ketika seseorang seperti Thorfinn sama sekali tak menghargai hidupnya sendiri, percaya kalau dia sama sekali tak pantas untuk hidup, merasa tak pernah melihat kebaikan di hidupnya dan di dunia yang dia lihat selama ini, ditambah lagi merasa muak dan lelah untuk melanjutkan hidup.

Bagaimana meyakinkan orang itu kalau bertahan hidup itu sendiri memiliki arti? Kontras dengan Einar yang berusaha bertahan hidup bagaimanapun juga walau terjatuh menjadi budak.

Bagaimana Vinland Saga Season 2 memperkenalkan berbagai karakter baru dengan smooth dan langsung klop dengan dunia yang ada, menegaskan mereka memiliki peran penting di cerita ke depannya, terlebih karakter Einar yang diposisikan sebagai paralel dari Thorfinn.

Thorfinn harus melihat di balik balas dendam, dan melihat dunia di balik semua konflik dan peperangan. Hal ini merupakan tema utama arc ini, dan bagi para penggemar aksi super exciting di Vinland Saga season 1 bisa tetap terhibur mengikuti perkembangan Thorfinn di season 2 ini.

%d blogger menyukai ini: